BANTENRAYA.COM– Ratusan warga Desa Kubang Baros, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, menggelar tradisi Ngasrod Hurang di aliran sungai Capar dengan cara tradisional.
Tradisi Ngasrod Hurang dilakukan untuk menjaga kelestarian alam dan adat budaya yang sudah dilakukan masyarakat Desa Kubang Baros sejak jaman dahulu.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Kubang Baros Jaenal Abidin mengatakan, tradisi Ngasrod Hurang tersebut dikemas dengan cara yang tradisional untuk menjaga kebudayaan dan tradisi yang sudah diwarisakan oleh nenek moyang.
Baca Juga: Cegah Hoaks dari Konten AI, Puluhan Warga Sindangheula Dapat Edukasi Cerdas Bersama Mahasiswa
“Ini sebetulnya tradisi masyarakat Kubang Baros dari zaman baheula. Tahun ini kita pertama kali diadain,” ujarnya, Minggu (3/7/2025).
Ia menjelaskan, tradisi Ngasrod Hurang diikuti oleh sebagian warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dengan menyusuri sungai Capar yang alirannya berasal dari Curug Betung.
“Mulai dari anak-anak hingga lansia, tradisi ini bertujuan untuk menjaga kultur dan budaya. Kita harap anak-anak di Kubang Baros jangan sampai menghilangkan tradisi yang sudag turun temurun ini,” katanya.
Baca Juga: Siapkan Rp14 Miliar, Seragam Gratis Sekolah SD SMP Kota Serang Dimulai Tahun 2026
Zaenal mengatakan, Ngasrod Hurang ini akan menjadi tradisi rutin setiap tahun yang diikuti oleh ratusan warga Kubang Baros dalam menjaga warisan budaya.
“Setelah dibuka dan diawali, kegiatan ini nanti kami bikin dengan skala yang lumayan besar. Alhamdulillah animo mayarakat Kubang Baros masih luar biasa,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, dalam tradisi ini setiap warga berupaya untuk mencari udang sebanyak-banyaknya di aliran sungai dan hasil tangkapnya dibawa pulang ke rumah masing-masing.
Baca Juga: Bayar Tiket Transjakarta Sekarang Bisa Pakai GoPay, Semakin Praktis dan Digital
“Udang itu kan ada di balik batu, para warga menyusuri sungai menggunakan alat tangkap tradisional sambil membuka batu. Alhamdulillah warga antusias dan mendapatkan banyak hasil tangkapny,” paparnya.
Pihaknya menggelar tradisi Ngasrod Hurang tersebut untuk menumbuhkan rasa memiliki dan menjaga terhadap alam supaya tetap bisa dilestarikan.
“Tujuannya melestarikan budaya di Kubang Baros, dan menjaga nilai nilai kebersamaan seluruh warga. Ini sangat penting untuk mengangkat wisata di desa” paparnya. ***










