BANTENRAYA.COM – Program Bina Keluarga Balita (BKB) harus diintegrasikan dengan program layanan anak usia dini yang lain, agar anak mendapatkan pelayanan secara utuh.
Sebab, program BKB adalah sebagai salah satu bentuk pelayanan anak usia dini.
Tujuan program BKB yakni meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Dorce Gamalama Masuk RS Lagi, Menteri BUMN Eric Thoir Menjengkuk dan Kirim Doa
Hal tersebut disampaikan Sitti Nina Ma’ani, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau DP3AKKB Banten saat menghadiri acara Pembinaan Kelompok Bina Keluarga Balita.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan pilar utama bagi pembangunan, karena kualitas SDM sangat menentukan kemajuan suatu bangsa.
Kualitas SDM antara lain dicerminkan oleh derajat kesehatan, tingkat intelegensia, kematangan emosional dan spiritual.
Baca Juga: Tagar LDII Trending di Twitter, Soal Perbedaan Aliran Agama?
Hal itu ditentukan oleh kualitas anak sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia enam tahun.
“Pada periode ini seorang anak sangat membutuhkan asupan gizi seimbang, kesehatan, pendidikan dan pengasuhan yang baik dan benar agar anak dapat tumbuh kembang secara optimal,” katanya, kemarin.
Oleh karena itu, lanjutnya, dalam menciptakan SDM yang bermutu, perlu dilakukan sejak dini yaitu dengan memenuhi kebutuhan dasar anak.
Baca Juga: Kedai Baso Poppy Beri Diskon 10 Persen Hingga Bagikan Doorprize
Pada lingkungan masyarakat telah ada berbagai kegiatan yang memberikan layanan kebutuhan dasar anak yang meliputi pendidikan, pelayanan kesehatan dasar, imunisasi, makanan tambahan dll.
“Seperti pos pelayanan terpadu (Posyandu), bina keluarga balita (BKB), tempat penitipan anak (TPA), pendidikan anak usia dini (PAUD), kelompok bermain dan lainnya,” ucapnya.
Nina mengaku, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dalam hal mengasuh dan mendidik anak balita, mengetahui cara yang paling tepat untuk menggali potensi maksimal anak dari segala sisi.
Baca Juga: PT INKA Ungkap Kronologis Kecelakaan LRT Saat Diujicoba
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan tentang pola asuh anak yang benar dan lebih terarah dalam pembinaan anak,” harapnya. ***



















