BANTENRAYA.COM – Warga di Kampung Ciekek Babakan Karaton, Kelurahan Karaton dan Kampung Talaga, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Kamis 26 Januari 2022 gotong royong memperbaiki jalan secara swadaya dan swadana.
Perbaikan jalan di Kampung kelahiran Ustadz Adi Hidayat ini terpaksa dilakukan, karena sudah lebih dari lima tahun jalan kabupaten tersebut belum pernah diperbaiki oleh Pemkab Pandeglang.
Padahal dalam setiap musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), warga kerap menyampaikan aspirasi perbaikan jalan, namun hingga saat ini belum ada realisasi.
Baca Juga: Pegawai Bapenda Terkonfirmasi Positif Omicron, Ini Langkah yang Diambil Pemkab Serang
“Ini (perbaikan jalan, red) inisiatif warga dan dilakukan secara gotong royong. Warga merasa kewalahan saat lewat jalan sini, apalagi kalau bawa motor,” ujar Maman, Ketua RT setempat.
Ia berharap, jalan yang sudah lebih lima tahun tidak diperbaiki bisa segera mendapat perhatian Pemkab Pandeglang.
“Jalan ini sudah beberapa kali diperbaiki oleh warga, termasuk di RW 06 dan sekarang perbaikannya cukup panjang yang melibatkan warga di tiga kampung dua kelurahan,” kata Ketua RT ini.
Baca Juga: Lirik Lagu Vespa Tua, Single Terbaru dari Musisi Reggae Banten Empank Casta
Sementara, Ketua RW 07, Kelurahan Karaton, Ajat Soldadu mengaku, aksi tambal jalan ini merupakan inisiatif warga yang ingin jalannya bagus.
“Kami warga masyarakat Karaton, secara swadaya memperbaiki jalan ruas Ciekek-Salabentar sepanjang satu kilometer yang menghubungkan dua kelurahan, yakni Kelurahan Karaton dan Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari. Dan ini sudah hampir tujuh tahun lebih belum diperbaiki. Seharusnya ada upaya pemeliharaan dari pemerintah, namun sampai saat ini tidak ada,” ungkap Ketua RW 07, Kelurahan Karaton, Ajat Soldadu, saat menambal jalan.
Ajat menjelaskan, dengan kondisi jalan rusak tidak sedikit pengendara sepeda motor, terutama ibu-ibu yang terjatuh. Selain rusak, jalan penghubung dua kelurahan ini pun cukup sempit. Bahkan jika ada dua kendaraan roda empat berpapasan, salah satu harus mengalah.
Baca Juga: Kisah Pahit Empank Casta dari Lahirnya Single Vespa Tua
“Kalau nunggu pemerintah, kemungkinan besar jalan ini sampai rusak semua. Jadi kami coba untuk galang dana agar bisa memperbaiki jalan utama ini, hitung-hitung membantu pemerintah takut anggarannya sudah habis,” ucapnya.
Ajat menambahkan, bahwa hasil galang dana tersebut hingga hari ini mencapai jutaan rupiah. Menurutnya, perbaikan jalan akan terus dilakukan sesuai kondisi parahnya jalan dan keuangan yang ada.
“Semoga semakin banyak donatur atau simpatisan, yang peduli terhadap kondisi jalan Kabupaten yang rusak ini,” tutupnya.
Tokoh masyarakat di Kampung Ciekek Babakan Karaton, Madsai menjelaskan, jalan penghubung dari kampungnya hingga ke Kampung Talaga pertama kali dibangun pada 1974. Seingatnya terakhir kali jalan tersebut diperbaiki pada saat kepemimpinan Bupati Pandeglang, Ahmad Dimyati.
Baca Juga: Catat! Persyaratan dan Cara Perpanjang SKCK Terbaru Secara Online dan Biayanya
“Waktu itu masyarakat ingin punya jalan yang bisa masuk mobil, maka dibangunlah jalan yang lebarnya 1,5 meter. Lihat saja lebar aspalnya sekitar 1,5 meter dan sisanya warga yang melebarkan agar lebih luas,” ujar pensiunan ASN di Pemkab Pandeglang ini.
Ia menyebut, jalan di kampungnya sangat berbeda jika dibandingkan dengan jalan ke arah Kampung Cilaja ataupun Kampung Parungsentul. Padahal kampungnya masih satu kelurahan dengan dua jalan tersebut, yakni di Kelurahan Karaton.***


















