BANTEN RAYA.COM – Pemkab Pandeglang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Pandeglang tahun 2022 sebesar Rp700 juta.
Target PAD pariwisata Pandeglang ini mengalami peningkatan sekitar Rp200 juta dibanding dengan tahun 2021 yang hanya Rp500 juta.
Pertimbangan kenaikan PAD pariwisata Pandeglang, karena kunjungan wisatawan kembali ramai ke Kota Santri.
Baca Juga: Usaha Gypsum Mulai Normal
Kepala Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang Ramadhani mengatakan, target PAD sektor pariwisata yang ditetapkan dari dua lokasi wisata yakni Pemandian Cisolong dan Cikoromoy. Target PAD tersebut naik dari tahun sebelumnya.
“Kita ditargetka dapat PAD sampai Rp700 juta tahun ini,” kata Ramadhani, Minggu 16 Januari 2022
Ramadhani optimistis target PAD bisa tercapai. Sebab jumlah wisatawan yang berkunjung terus bertambah, dan kondisi pandemi covid-19 mulai pulih.
“Kita yakin bisa memenuhi target. Kemarin saja waktu libur natal 2021 dan tahun baru 2022, sebetulnya banyak wisatawan yang ke Pandeglang, kalau saja tidak kita batasi akibat korona,” terangnya.
Masih kata Ramadhani, target PAD sektor wisata pada tahun 2021 tidak tercapai, karena hanya bisa mencapai sekitar Rp260 juta atau 52 persen dari target PAD yang ditentukan. “Memang tahun kemarin kita hanya bisa menarik dikisaran 52 persen saja. Tetapi kita optimis tahun ini target yang diberikan bisa kita penuhi,” katanya.
Ramadani mengatakan, pemerintah daerah terus mengoptimalkan semua potensi PAD dari sektor pariwisata termasuk mengenai swakelola Pulau Popole dan Pulau Liwungan.
Baca Juga: Porprov Banten Atlet Terbaik Masuk Radar PBVSI Kabupaten Serang
“Diluar pariwisata itu, kita ada swakelola pulau. Mudah-mudahan dengan pengelolaan kedua pulau itu kita bisa menambah PAD lebih besar lagi,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Tb Asep Rafiudin Arief menyarankan, Pemkab Pandeglang memanfaat semua aset pariwisata yang ada agar PAD yang ditetapkan bisa terus bertambah. Lantaran di Pandeglang banyak potensi pariwisata yang harus dikembangkan.
“Sebetulnya banyak potensi pariwisata yang bisa dikelola oleh pemerintah. Nah, potensi-potensi yang ada itu tinggal dikelola dengan baik oleh pemda agar bisa menghasilkan PAD,” pesannya. ***

















