BANTENRAYA.COM – Atap gedung kelas 2 SDN 3 Cikayas, di Kampung Bejod, Desa Cikayas, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, ambruk. Kejadian itu sendiri terjadi pada Senin, 2 Juni 2025 sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan keterangan, kejadian itu terjadi lantaran gedung sekolah belum pernah sama sekali tersentuh rehabilitasi sejak pertama kali dibangun pada tahun 2007 silam.
Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira membenarkan, di wilayahnya ada atap gedung sekolah ambruk. Bahkan katanya, dia bersama jajarannya langsung ke lokasi untuk memastikan kondisinya.
“Ya, tadi pagi mendapatkan laporan ada salah satu atap plafon ruangan SDN 3 Cikayas ambruk. Ruang kelas 2, ambruknya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Nah ini kondisinya masih berantakan,” kata Beni
Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, sebab kejadian ambruknya pada malam hari. Dia juga sudah melaporkan kejadian itu ke Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang.
“Kami sudah melaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati. Ini bangunan lama, memang atap gentengnya sudah bolong. Mudah-mudahan ini bisa dijadikan pelajaran untuk lebih hati-hati ketika melihat kondisi bangunan sudah lama,” imbuhnya.
Baca Juga: Keluarga Sebut Pembunuhan di Puri Anggrek Murni Perampokan, Polisi Minta Doa Agar Pelaku Tertangkap
Semantara, Kepala Sekolah SDN 3 Cikayas, Dewi Setiawati mengungkapkan, untuk SDN 3 Cikayas sudah lama belum tersentuh lagi pembangunan, terhitung sejak tahun 2007 lalu.
“Diperkirakan tahun 2007 atau 2008 belum ada pembangunan total lagi, hanya rehab sedikit-sedikit saja,” terang Dewi.
Atas kondisi robohnya pelafon itu, kini para siswa kelas 2 untuk sementara pidah belajar ke kelas lain. Menurut Dewi, kejadian itu cukup mengganggu terhadap kegiatan belajar mengajar guru dan para siswa.
“Untuk sementara dalam melaksanan kegiatan belajar dan mengajar, siswa kelas dua gabung dulu dengan ruangan kelas satu,” tuturnya.
Dewi juga mengungkapkan, kebutuhan rehab SDN 3 Cikayas ada tujuh ruang kelas yang meski segera direhab, karena kondisi bangunan sudah mulai rapuh, dan termasuk perpustakan. Ia berharap pemerintah daerah bisa segera membantu untuk melakukan pembangunan.
“Memang sudah ada survai dari bidang sarana dan prasarana Dinas pendidikan, namun belum ada tindak lanjut. Mudah-mudahan bisa segera dilakukan rehab karena juga khwatir ini terjadi saat kegiatan belajar,” papar dia.
Baca Juga: Bapemperda DPRD Lebak Godok Raperda Penyertaan Modal ke BUMD
Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang, Iing Andri Supriadi mengaku, turut prihatin atas ambruknya atap ruang kelas SDN Cikayas 3. “Kami sudah menerima laporannya, dan akan masuk dalam skala prioritas diperbaiki tahun ini,” kata Iing singkat. (***)


















