BANTEN RAYA.COM – SMA Negeri 12 Pandeglang konsisten menjalankan program adiwiyata sejak tahun 2018.
SMA Negeri 12 Pandeglang pun akan bersaing menjadi sekolah adiwiyata terbaik se-Provinsi Banten.
Kepala sekolah SMAN 12 Pandeglang Suhyan, mengatakan sekolahnya meraih Adiwiyata tingkat kabupaten di tahun 2020. Kini sekolahnya mempersiapkan diri menuju Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Banten dengan berbagai aktivitas dan kegiatan yang mendukung.
Baca Juga: Rektor UIN SMH Banten Temui Bupati Irna, Ajukan Permohonan Lahan untuk Bangun Laboratorium Biologi
Suhyan menjelaskan bahwa, tujuan utama dari Sekolah Adiwiyata di SMA ini adalah menciptakan budaya “peduli lingkungan”.
“Budaya ini diharapkan dapat berdampak baik bagi lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat”, ungkapnya.
“Mengusung kepedulian lingkungan hidup sebagai pembentukan karakter, telah sesuai dengan kurikulum sekolah. Keberhasilan sekolah ini menjadi sekolah yang bersih, indah, aman, dan hijau tentunya sesuai juga dengan visi dan misi sekolah,” jelas Suhya.
Dengan demikian, lanjut Suhyan, upaya sekolah untuk mencapai visi dan misi tersebut adalah dengan merencanakan anggaran sekolah yaitu alokasi dana untuk kegiatan Adiwiyata.
Baca Juga: Bunyi Ikrar Santri Indonesia yang Lengkap, Biasa DIbacakan di Peringatan Hari Santri Nasional
Lalu melaksanakan kegiatan terkait dengan peringatan hari-hari lingkungan hidup, malaksanakan pembelajaran yang terintegrasi dengan lingkungan hidup, mengelola sampah, mewujudkan kantin sehat, dan melaksanakan berbagai aksi lingkungan baik di dalam maupun di luar sekolah .
Ketua Adiwiyata SMAN 12 Pandeglang Encup Suprayogi, menjelaskan bahwa, kegiatan yang dilakukan terkait adiwiyata sangat bermanfaat dan bisa langsung dirasakan oleh semua warga sekolah salah satunya kegiatan “Hari Habitat Nasional” yang jatuh pada tanggal 4 Oktober 2021.
“Penanaman berbagai pohon produktif ini, selain untuk penghijauan juga untuk pencegahan erosi di musim penghujan. Manfaat lain yang dapat kita rasakan dan kita lihat yaitu seperti ini, lahan yang tidak produktif sekarang menjadi lahan produktif,” tuturnya.
Encup menjelaskan bahwa, Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat warga sekolah dalam melaksanakan kegiatan adiwiyata.
Baca Juga: 2 Syarat Ala Santri Indonesia Agar Bisa Menikahi Wanita Penghafal Al Quran
“Salah satunya lomba ketahanan pangan untuk memperingati “Hari Pangan Sedunia” yang dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2021 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat”, katanya.
Meski di tengah pandemi lanjut Encup, kita tetap semangat untuk melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan adiwiyata. Tentunya kami juga akan selalu mengedepankan protokol kesehatan di setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Encup juga menambahkan, bahwa tujuan utama dari lomba ketahanan pangan adalah agar para peserta didik dapat mengetahui alternatif lain mengolah pangan selain beras dan tepung menjadi makanan yang seimbang, bergizi dan sehat. Selain itu, antusiasme peserta didik pada setiap kegiatan menjadi salah satu hal penting dalam menanamkan karakter peduli lingkungan.
“Banyaknya kegiatan yang dilaksanakan di sekolah ini menunjukan konsistensi warga sekolah dalam menjaga dan mempertahankan Sekolah Adiwiyata”, tutupnya. ***

















