BANTENRAYA.COM – Terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso yang ditembak mati Satgas Ops Madago Raya di Sulawesi Tengah yakni Jaka Ramadan, diketahui merupakan warga Kampung Gunung Cangri, Desa Cijakan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang.
Jaka Ramdan terlibat kontak senjata dengan Satgas Madago Raya di daerah Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada Sabtu 18 September 2021.
Jaka Ramdana merupakan adalah DPO (Daftar Pencarian Orang) Densus 88 Mabes Polri.
Baca Juga: 11 September 2001 World Trade Center Runtuh Diserang Teroris, Ini Cerita Penyintas Tragedi Teror
Camat Bojong Endin Haerudin dihubungi oleh Bantenraya.com melalui telepon seluler, Senin 20 September 2021 tidak menampik jika Jama Ramdana adalah warganya.
“Betul informasi itu sudah ada (warga Bojong tewas di Sulteng). Tapi kalau ingin lebih jelas coba tanyakan ke Polsek Bojong,” kata Camat Bojong.
Endin menyebutkan, Jaka sudah lama tidak menetap di rumahnya. Namun hingga kini keluarganya masih tinggal di Bojong. “Yang bersangkutan sudah lama gak tinggal di Bojong. Tapi kalau keluarganya, terutama ibunya masih ada di Bojong,” ujarnya.
Endin menyebutkan, belum mengetahui lebih detail mengenai keluarga Jaka. Untuk mengetahui kondisi keluarga Jaka, Endin mengaku akan berkunjung ke rumah duka pada Selasa 21 September 2021.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap 37 Terduga Teroris di 10 Provinsi, 4 Diantaranya di Banten
“Belum tahu. Besok rencananya ke rumah mau takziah. Kalau mau di makamkan di mana saya juga belum tahu,” katanya.
Kapolsek Bojong AKP Sukarman membernarkan Jaka Ramdana merupakan warga Kecamatan Bojong namun sudah lama tidak menetap di kampong halamannya. “Betul. Dari hasil penelusuran anggota kami yang bersangkutan ini memiliki identitas sebagai warga di Kecamatan Bojong,” singkatnya. ***


















