BANTENRAYA.COM – Tim Superbike, Aruba Racing Ducati memberikan klarifikasi mengenai video viral unboxing motor Ducati bernomor 21.
Motor Ducati tersebut sejatinya akan digunakan pada ajang balapan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika International Street Cirkuit atau Sirkuit Mandalika pada 19-21 November 2021.
Ducati, tim pabrikan asal Italia itu mengatakan tidak pernah memberikan pernyataan apapun terkait permasalahan video viral tersebut.
Baca Juga: Lirik Lagu Terima Kasih Cikgu dari Upin dan Ipin, Cocok dinyanyikan Saat Hari Guru 25 November
Dikutip Bantenraya.com dari akun Twitter Aruba Racing-Ducati @ArubaRacing, Jumat 12 November 2021, diungkapkan jika Ducati belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait kejadian tersebut.
“Terkait apa yang terjadi di Sirkuit Internasional Mandalika, Aruba Racing-Ducati team ingin mengklarifikasi bahwa kami belum membuat pernyataan apapun,” tulisnya.
Ducati hanya ingin fokus untuk mengikuti balapan dan tidak sabar untuk segera sampai di Indonesia.
Baca Juga: Melihat Aksi Jokowi Geber Kawasaki W175 Modifikasi Jajal Sirkuit Mandalika
“Satu-satunya yang ingin kami katakan adalah: Kami tak sabar membalap di Indonesia (ditambah ikon tanda hati),” cuitnya.
Sebelumnya, sempat viral video unboxing yang diduga dilakukan oleh panitia Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku promotor acara.
Terlihat seorang pria mengotak-atik motor milik Ducati yang baru saja tiba di Sirkuit.
Baca Juga: Penyandang Disabilitas di Jiput Dimanjakan dengan Bantuan Kursi Roda hingga Alat Mandi
Dari video yang beredar, terlihat seorang pria berkemeja berwarna putih, membuka secara ilegal kargo dan me-review motor bernomor 21 yang biasa ditunggangi pembalap asal Italia, Michael Rinaldi.
Padahal, kargo-kargo yang berisi motor pembalap hanya diperbolehkan dibuka pihak bea cukai dan anggota tim balap untuk menghindari spionase dan kecurangan.
Sementara itu, Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, dari informasi pihak panitia menyatakan bahwa kejadian tersebut hanya masalah miskomunikasi saja.
Baca Juga: Sejarah Lahirnya Hari Ayah Nasional 12 November, Berawal dari Pertanyaan Peserta Lomba Menulis Surat
Tidak ada gangguan seperti yang ramai diperbincangkan dan viral ke publik.
“Jadi sebenarnya tidak ada kegiatan gangguan keamanan di situ. Hanya miskomunikasi. Dorna dan MGPA yang koordinasi. Sudah clear,” ungkap Iqbal. ***

















