BANTENRAYA.COM – Pemkot Serang melaui Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Serang bakal setop penggunaan kantong plastik secara penuh di pasar dan minimarket di Kota Serang pada 2023 ini.
Penyetopan penggunaan kantong plastik itu untuk meminimalisir jumlah sampah plastik yang dari kegiatan transaksi jual beli masyarakat baik di pasar maupun di minimarket.
Perihal penyetopan penggunaan kantong plastik ini disampaikan Kepala DLH Kota Serang Farach Richi usai acara apel pagi seluruh PNS dan THL DLH Kota Serang di Taman Sari, Kota Serang, Rabu 8 Maret 2023.
Baca Juga: AWAS KENA! Video Virus Virtex WhatsApp Bisa Menyebabkan HP Lemot Hingga Eror, Ini Penampakannya
“Ke depan penggunaan plastik akan kita cut off atau kita setop. Untuk masyarakat yang mau belanja diharuskan bawa kantong belanja sendiri,” katanya kepada Bantenraya.com.
Farach menjelaskan, penyetopan penggunaan kantong plastik sudah diatur dalam Peraturan Walikota atau Perwal, hanya saja Perwal tersebut menanti untuk disahkan.
“Jadi nanti setelah itu, secara total tidak boleh adanya penggunaan plastik, dimulai tahun 2023 ini,” katanya.
Baca Juga: AWAS KENA! Video Virus Virtex WhatsApp Bisa Menyebabkan HP Lemot Hingga Eror, Ini Penampakannya
“Sebentar lagi ditanda tangan, sebenarnya SK itu sudah masuk, cuman karena belum ada tandatangan jadi tidak dihitung,” jelas dia.
Farach Richi mengaku sebelum penyetopan penggunaan kantong plastik ditetapkan, pihaknya akan menyosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat Kota Serang.
Sosialisasi tersebut dilakukan agar masyarakat mengetahui dan menjalankan.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Perempuan Internasional 2023, Desain Cantik dan Menarik
“Itu akan kita tetapkan, tapi kita akan sosialisasi dulu dua atau tiga bulan ini. Pertama kepada masyarakat, kedua kepada para pengusaha,” tuturnya.
“Jadi nanti setelah dua atau tiga bulan itu sudah plastik total gak boleh,” terangnya.
Farach Richi menyebutkan, jumlah sampah di Kota Serang hampir mencapai 400 ton per hari.
“Per hari 370 ton,” sebut dia.
Menurut Farach Richi, jumlah tersebut cukup banyak karena idealnya kurang dari 370 ton per hari.
“Kalau idealnya kurang dari 370 ton, oleh karena itu ini harus kolaborasi, tidak bisa pemerintah sendiri harus kolaborasi dengan masyarakat,” tutur Farach Richi.
Baca Juga: Timnas Indonesia Angkat Koper dari Piala Asia U20 2023, Shin Tae-yong Ungkap Penyebabnya
Kata Farach Richi, masyarakat sudah bisa memilah sampah sendiri sebelum masuk ke TPAS Cilowong.
“masyarakat bisa memilah sendiri, bisa untuk memproses sendiri apakah itu diopori, sebelum masuk ke TPAS itu juga bisa masuk ke TPS3R. Kita akan aktifkan kembali TPS3R,” tandasnya. ***



















