BANTENRAYA.COM – Terdapat amalan sunnah yang dikerjakan selama tiga hari berturut-turut di Bulan Rajab yaitu Puasa Ayyamul Bidh.
Berdasarkan penanggalan kalender hijriyah, Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15.
Lantas berdasarkan kalender masehi tanggal berapa Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan? Simak artikel ini sampai selesai.
Baca Juga: TERUNGKAP! Luna Maya Kembali Bermain di Film Horor Suzzanna Malam Jumat Kliwon, Pemeran Utama?
Selain itu, artikel ini juga memberikan informasi terkait bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh.
Dilansir Bantenraya.com dari laman NU Online, secara bahasa Ayyamul Bidh berarti
hari-hari yang cerah.
Disebut hari-hari yang cerah karena hari pada malam sebelumnya cerah tersinari oleh cahaya bulan yang terang.
Baca Juga: Pria Amerika lebih pilih wanita Asia dari pada negaranya, ternyata ini alasannya
Hukum mengerjakan puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.
Yang artinya dilaksanakan mendapat pahala, jika tidak dikerjakan pun tidak mendapatkan dosa.
Hukum puasa Ayyamul Bidh ini dijelaskan dalam hadis dengan sanad hasan yang diriwayatkan An-Nasa’i, yang isinya berbunyi:
Baca Juga: Permintaan Kunjungan Tinggi, Tiga Mobil Perpustakan Keliling Milik Pemkab Serang Mogok
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيْضِ في حَضَرٍ وَلاَ سَفَرٍ. (رواه النسائي بإسنادٍ حسن)
Artinya:
“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah baik di rumah maupun dalam bepergian’. (HR an-Nasa’i dengan sanad hasan).”
Dalam hadis lain yang diriwayatkan Abu Daud juga dijelaskan sebagai berikut:
وَعَنْ قَتَادَةَ بْنِ مِلْحَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ الْبِيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ. (رواه أَبُو داود)
Artinya:
“Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15’. (HR Abu Dawud). (An-Nawawi, Riyâdhus Shâlihîn, juz II, h. 81).”
Baca Juga: Potret Nita Gunawan Tak Pakai BH Beredar, Netizen Protes: Enak Banget Fotografernya
Berdasarkan kalender masehi Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 4, 5, dan 6 Februari 2023.
Berikut ini rincian jadwal puasa Ayyamul Bidh berdasarkan konversi Kalender Hijriah 1444 H Kementerian Agama RI dan Kalender Masehi 2023 M:
13 Rajab 1444 H (Sabtu, 4 Februari 2023)
14 Rajab 1444 H (Minggu, 5 Februari 2023)
15 Rajab 1444 H (Senin, 6 Februari 2023)
Baca Juga: Tes IQ: Seberapa Cerdas Kamu Menemukan Jawaban Soal Angka Ini, Gampang Banget Anak SD Aja Pintar
Berikut ini bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang dikutip dari dari NU Online:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Bacaan latin: Nawaitu shauma ayyâmil biidl lilaahi ta’aalaa.
Artinya, “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’ala.”
Baca Juga: Toko Labaik Chicken di Kabupaten Serang Terbakar, Pemilik Gigit Jari Rugi Puluhan Juta
Anda dapat membaca niat puasa Ayyamul Bidh pada malam hari hingga sebelum masuk waktu imsak.***



















