BANTEN RAYA.COM – Sebanyak 700 isi paket yang hendak dikirimkan raib dibongkar maling di kantor ekspedisi SiCepat Kilat, Kelurahan Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kamis 2 Februari 2023.
Kepala Gudang SiCepat Kilat, Imam mengatakan, maling tersebut melancarkan aksinya dengan cara membobol jendela belakang gudang.
Menurutnya, kejadian pembobolan gudang sudah terjadi sebanyak dua kali.
Baca Juga: Dibuka 5 Posisi Jabatan! Intip Info Lowongan Kerja di MNC Pictures di Sini
“Jadi kejadian itu disadari oleh kurir saat akan mensortir barang untuk dikirimkan ke pihak konsumen, semua paket berisi barang dengan jenis yang berbeda, ada juga paket yang berisikan handphone,” katanya kepada Bantenraya.com.
Ia menjelaskan, diduga pelaku pembobolan gudang merupakan spesialis pencurian toko karena para pelaku ketika hendak melancarkan aksinya sebuah kamera CCTV dicopot hingga dihapus rekamannya.
“Kalau pas membobol lewat belakangnya mereka tidak sadar kalau ada CCTV, namun pas didalam sejumlah CCTV dicopot terlebih dahulu, nah jadi kami tau ketika awal melakukan aksi mereka, kalau didalam itu rekamannya udah dihapus semua,” jelasnya.
Baca Juga: 14 Februari 2023 Hari Libur atau Tidak? Ternyata Ada Hari Besar yang Diperingati Seluruh Dunia
Imam membeberkan, pelaku pembobolan berjumlah dua orang dengan mengenakan tutup kepala serta masker dengan cara manaiki pager tembok belakang para pelaku merusak jendela.
“Kan dibelakang ada tembok yang cukup tinggi, mereka menaiki tembok itu, terus setelah itu dirusaklah jendela kantor,” bebernya.
Ia menuturkan, kejadian pembobolan memang sudah terjadi sebanyak dua kali.Namun, kejadian yang sekarang adalah kejadian paling parah lantaran paket yang disimpan dilantai dua pun ikut di bongkar paksa.
Baca Juga: Menyedihkan! Perempuan Ini Baru Buat Tato Nama Pacarnya, Eh Malah Diputusin, Viral di Twitter
“Saya sadar itu, pas melakukan absen sekitar pukul 08.00 WIB, baru juga mau disortir, para kurir aneh setelah itu langsung memeriksa, kami panik semuanya lantaran isi paket tidak ada, awalnya juga sudah curiga soalnya ratusan paket yang ada di gudang berantakan,” tuturnya.
Imam menambahkan, akibat kejadian seluruh karyawan mengalami kepanikan akhirnya pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
“Jadi kalau ada kejadian ini, paling kami menghubungi pihak penjual atau pusat, kalau kerugian ratusan juta, sekarang sudah dilakukan investigasi oleh pihak kepolisian setelah kami melaporkan kejadian ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lebak, Iptu Andi Kurniady Eka Setyabudi mengatakan, sudah merima laporan dari pihak kantor ekspedisi Sicepat Kilat.
“Ya memang benar, sekarang kami sedang melakukan investigasi setelah mendapatkan laporan dari Kepala Gudang, segera mungkin akan kami proses dan ungkap kasus ini,” singkatnya. (Sahrul) (***)


















