BANTENRAYA.COM – Bulan Rajab 2023 Masehi atau 1444 Hijriah momen yang tepat untuk menjalankan qadha puasa Ramadhan dengan banyak keutamaan.
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia di tahun kalender Hijriah.
Umat Islam dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa sunnah bulan Rajab karena memiliki keutamaan yang mendatangkan pahala berlimpah ruah.
Baca Juga: Lirik Lagu Jalan Pulang Jadi Soundtrack Film Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang dari Yura Yunita
Hanya saja bagi umat muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, maka wajib hukumnya menuntaskan ibadah qadha puasa Ramadhan terlebih dahulu.
Umat Islam yang menjalankan qadha puasa Ramadhan jangan berkecil hati, sebab secara otomatis bakal mendapatkan pahala berpuasa sunnah Rajab.
Dikutip dalam kitab Fathul Mu’in beserta hasyiyahnya, I’anatuth Thalibin menerangkan sebagai berikut:
“Dan dikecualikan dengan pensyaratan ta’yin (menentukan jenis puasa) dalam puasa fardlu, yaitu puasa sunnah, maka sah berpuasa sunnah dengan niat puasa mutlak,” ungkap Syekh al-Barizi
“Meski puasa sunnah yang memiliki jangka waktu sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama,” tuturnya.
Penjelasan dari kitab Fathul Mu’in beserta hasyiyahnya, I’anatuth Thalibin disebutkan bahwa menggabungkan niat puasa Rajab dengan puasa qadha’ Ramadhan hukumnya diperbolehkan (sah) dan pahala keduanya bisa didapatkan.
Baca Juga: Jangan Ngaku Setia Kalau Belum Coba Link Ujian Kesetiaan Google Form, Tes Di Sini!
Menurut Mazhab Imam Syafi’i, umat muslim yang hendak menunaikan qadha puasa Ramadhan, maka wajib membaca niat puasa qadhanya di malam hari.
Demikian diterangkan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’-nya sebagai berikut.
ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر.
Artinya, “Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits,” (Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, [Darul Fikr, Beirut: 2007 M/1428 H], juz II).
Adapun berikut ini adalah lafal niat qadha puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Wallahu’alam. Demikian keutamaan puasa qadha Ramadhan di bulan Rajab. Semoga bermanfaat. Aamiin Ya Rabbal Alamin. ***














