BANTENRAYA.COM – 7 partai parlemen yaitu Partai Golkar, Nasdem, PKB, Demokrat, PKS, PAN dan PPP menggelar pertemuan.
Pertemuan Golkar dengan 6 partai parlemen untuk meninggalkan PDIP soal isu perhitungan suara menjadi proporsional tertutup pada Pemilu 2024 nanti.
Hal itu, karena Golkar dan 6 partai lainnya sepakat mempertahankan hasil persitungan suara dengan mekanisme proporsional terbuka.
Baca Juga: Tak Hadiri Peresmian Kantor Badan Pemenangan Presiden Partai Gerindra, Sandiaga Uno Mulai Membelot?
Mereka tak sepakat dan siap melawan untuk meninggalkan usulan yang diusung PDIP dengan metode proporsional tertutup.
Para partai tersebut lebih memilih mekanisme perhitungan proporsional terbuka atau berdasarkan dengan hasil suara terbanyak sebagaimana Pileg 2019 lalu.
Sementara PDIP lebih memilih proporsional tertutup yakni berdasarkan nomor urut bukan suara terbanyak.
Hal itu, karena alasan proporsional terbuka lebih memakan biaya politik yang tinggi dibandingkan proporsional tertutup yang mengandalkan siara terbanyak partai untuk nomor urut yang paling tinggi.
Baca Juga: 4 Petarung di Preman Pensiun yang Setara dengan Kang Mus tapi Jarang Diperlihatkan Salam Olahraga
Pertemuan dihadiri dengan menggelar pertemuan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Minggu 8 Januari 2023.
Dimana sebagian besar ketua umum atau Ketum partai hadir seperti Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu.
Dikutip Bantenraya.com dari instagram @airlanggahartarto_official pada Minggu 8 Januari 2023, Ketum Golkar Airlangga Hartarto menyatakan, jika dirinya mewakili partainya untuk bertemu sejumlah Ketum partai lainnya.
Baca Juga: Muhammadiyah Sebut Sistem Pemilu Saat Ini Berpotensi Lahirkan Praktik Oligarki
Dimana, dalam pertemuan disepakati untuk mempertahankan sistem proporsional terbuka.
“Siang tadi (hari ini) saya mewakili Partai Golkar menghadiri acara silaturahmi dengan pimpinan partai politik peserta pemilu 2024 di Hotel Dharmawangsa,” katanya.
Airlangga menjelaskan, dalam pertemuan tersebut disepakti visi bersama untuk tetap mempertahankan mekanisme proporsioanl terbuka pada Pemilu 2024 nanti.
“Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan. Yang pada perinsipnya menegaskan kesamaan visi dan sikap untuk mempertahankan sistem proporsional terbuka pada pemilu 2024,” lanjutnya.
Selain itu, jelas Airlangga, ada juga komitmen untuk tetap memajukan demokrasi.
“Kami juga berkomitmen untuk tetap menjaga dan memajukan demokrasi kita,” pungkasnya. ***















