BANTENRAYA.COM – Kabar fenomena solstis 21 Desember tidak boleh keluar rumah malam hari adalah hoax.
Namun jika dilihat dari sisi lain, tidak boleh keluar rumah malam hari saat fenomena solstis bisa menjadi acuan yang benar.
Simak maksud fenomena solstis 21 Desember tidak boleh keluar malam hari, ternyata karena ini.
Baca Juga: Salam Olahraga! Aris Nugraha Umumkan Episode Terakhir Preman Pensiun 7 Tayang Hari Ini
Sebelum melihat dari sisi lain, simak terlebih dahulu penjelasan singkat dari fenomena solstis.
Ketika fenomena solstis terjadi, matahari akan terbit dari tenggara dan terbenam di barat daya.
Sumbu rotasi bumi menjadi miring 23,5% terhadap bidang lurus poros kutub utara dan selatan langit.
Perlu diketahui juga, fenomena solstis terjadi dua kali dalam setahun, setiap bulan Juni dan Desember.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa Solstis ini hanya fenomena astronomi biasa.
Berarti, fenomena solstis ini tidak akan berpengaruh atau berdampak negatif pada manusia.
Ada dampaknya bagi kehidupan, fenomena solstis hanya akan membuat waktu malam atau siang lebih lama.
Untuk bumi bagian utara, waktu siang akan lebih pendek dan malam hari sangat panjang.
Sedangkan dampak bumi bagian selatan akan mengalami siang yang panjang dan malam pendek.
Baca Juga: KMJR Lakukan Latihan Tambahan untuk Penyelesaian Akhir di kompetisi Cilegon League
Panjangnya malam hari saat fenomena solstis di bumi bagian utara, tidak menutup kemungkinan terjadinya kejahatan jalanan.
Maka dari itu munculnya himbauan tidak boleh keluar malam hari ketika fenomena solstis 21 Desember.
Itulah tadi pandangan dari sisi lain tidak boleh keluar rumah saat fenomena solstis 21 Desember.***



















