BANTENRAYA.COM – Terdapat informasi bahwa Arab Pegon atau Jawa, diusulkan menjadi bahasa pemgrograman.
Tentunya dengan alasan mengapa Arab Pegon diusulkan menjadi bahasa pemrograman yang akan diulas dalam artikel ini.
Simak sampai habis artikel ini untuk mengetahui alasan Arab Pegon diusulkan menjadi alternatif bahasa pemrograman.
Baca Juga: Lowongan Kerja PT Kalbe Farma untuk Lulusan SMA, Cek Pendaftaran dan Persyaratan di Sini
Sebagaimana dikutip Bantenraya.com dari unggahan akun TikTok @juragankomputer.id, berikut penjelasannya.
Konten kreator TikTok tersebut menyebutkan bahwa Arab Pegon diusulkan menjadi bahasa pemrograman.
Pastinya dikhususkan bagi para programer pembuat aplikasi, website, atau semacamnya.
Baca Juga: Spoiler Kupu-Kupu Malam Episode 4: Laura Menolak Cinta Raffi, Ternyata Karena Hal ini…
Lalu mengapa Arab Pegon diusulkan menjadi bahasa pemrograman? Begini penjelasannya.
Munculnya usulan tentang Arab Pegon jadi alternatif bahasa pemrograman, karena sering terjadi kebocoran data di Indonesia.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebutkan ada 700 juta lebih serangan kebocoran data di tahun 2022.
Baca Juga: Jadwal Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono dari Pengajian, Akad Nikah hingga Resepsi
Usulan Arab Pegon menjadi bahasa pemrograman bisa menjadi langkah yang tepat, lantaran penjahat siber menggunakan latin yang mudah dimengerti.
Ketika Arab Pegon digunakan sebagai bahasa pemrograman, kemungkinan penjahat siber tidak mengerti tulisan tersebut.
Demikianlah informasi mengenai Arab Pegon diusulkan menjadi bahasa pemrograman.***



















