BANTENRAYA.COM –Charta Politika Indonesia merilis hasil survei yang dilakukan pada 4 hingga 12 November 2022.
Dimana, hasil yang mengejutkan terjadi saat dilakukan simulasi memasangkan nama Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden dan Prabowo Subianto sebagai Wakil Presidennya.
Keduanya bahkan mendapatkan hampir 43,3 persen suara dari hasil survei.
Dimana simulasi tersebut memasangkan Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 33,7 persen dan Puan Maharani dan Andika Perkasa hanya 3,9 persen.
Baca Juga: Diancam Video Syurnya di Sebar, Oknum Polisi Ajak Pesta Sabu Teman Perempuannya
Ganjar dan Prabowo diprediksi bisa melampaui 50 persen lebih karena masih ada sebanyak 18,9 persen yang belum memilih.
Sebanyak 1.220 orang dijadikan sampel dalam survei dengan margin of error dihitung sebanyak 2,83 persen.
Dikutip BantenRaya.Com dari Youtube Charta Politika Indonesia pada Jumat 2 Desember 2022, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mensimulasikan sebanyak 5 simulasi dengan 3 pasangan capres dan cawapres sebagai peserta.
Dimana, dalam simulasi akhir yang ke lima, Toto panggilan akrab Yunarto Wijaya memasangkan Ganjar dengan Prabowo, Anies dengan AHY dan Puan dengan Andika.
“Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto keduanya mendapatkan hampir 43,3 persen suara dari hasil survei. Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 33,7 persen dan Puan Maharani dan Andika Perkasa hanya 3,9 persen. Tidak memilih sebanyak 18,9 persen,” katanya.
“Jika simulasi ini seperti pemilu dimana semuanya 100 persen memberikan suara maka Ganjar dan Prabowo bisa mendapatkan suara hanya dengan satu puritan pemilihan saja. Mengingat masih ada 18,9 persen yang belum memilih,” imbuhnya.
Baca Juga: Link Live Streaming Ghana VS Uruguay di Piala Dunia 2022, Full HD, Lengkap Prediksi Susunan Pemain
Kendati begitu, ujar Toto, jika dalam 4 simulasi lainnya dengan 3 pasang Capres dan Cawapres, Ganjar tetap akan unggul. Namun, itu belum mencapai 40 persen lebih. Hal itu tentu saja akan membuat sebanyak 3 putaran.
Simulasi 1: Ganjar Pranowo – Airlangga Hartarto sebesar 34,3 persen, Anies Baswedan – Agus HArimurti Yudhoyono sebesar 29, 1 persen, Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar sebanyak 25,9 persen dan tidak memilih 10,7 persen
Simulasi 2: Ganjar Pranowo – Andhika Prakasa 34,9 persen, Anies Baswedan – Ridwan Kamil 28,0 persen, Prabowo – Khofifah Indar Parawansa 24,9 dan tidak memilih 12,2 persen
Simulasi 3: Ganjar Pranowo – Sandiaga Uno 36,8 persen, Anies Baswedan – Andika Perkasa 25,7 persen, Prabowo Subianto – Ridwan Kamil 25,6 persen dan tidak memilih 12,0 persen
Simulasi 4: Ganjar Pranowo – Ridwan Kamil 37,8 persen, Anies Baswedan – Ahmad Heryawan 25,5 persen, Prabowo – Muhaimin Iskandar 25,0 dan tidak memilih 11,7 persen
Simulasi 5: Ganjar Pranowo – Prabowo Subianto 43,3 persen, Anies Baswedan – AHY sebesar 33,7 persen, Puan Maharani – Andika Perkasa hanya 3,9 persen dan tidak memilih sebesar 18,9 persen.
Baca Juga: Semangat KIB Jadikan Pemilu 2024 Sebagai Pesta Rakyat Selaras Harapan Publik
Toto menyatakan, faktor calon wakil presiden (Cawapres) akan berpengaruh terhadap kekuatan personal branding capres . Sebab, sosok wakil akan menjadi variabel komplementer untuk menambahkan elektabilitas.
“Ini menarik dan sangat penting, jika ketiganya bersaing kencerungan akan melihat dua putaran, artinya kekuatan mesin politik nama ini akan membutuhkan sosok cawapres sebagai variabel komplementer,” pungkasnya. ***


















