BANTENRAYA.COM —- Hari ini, Kamis, 3 November 2022 siaran tv analog dimatikan oleh pemerintah mulai pukul 00.00 WIB.
Padamnya tv analog di Banten ini merupakan imbas dari pemadaman siaran tv atau analog switch off (ASO) di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek).
Ketua KPID Provinsi Banten Haris H Witharja mengatakan, jadwal ASO untuk wilayah Banten, kecuali Tangerang Raya, sebenarnya belum ada sehingga siaran tv analog untuk Banten semestinya masih bisa diakses.
Baca Juga: Harga Tiket, Cara Beli dan Jadwal Konser Tunggal Sheila On 7 Bertajuk Tunggu Aku di Jakarta
Namun karena selama ini siaran tv analog Banten menggunakan frekwensi radio dari Jakarta, maka dengan adanya ASO di wilayah Jabodetabek, maka siaran tv analog untuk wilayah Banten terkena dampaknya.
“Pemerintah menetapkan tanggal 2 November nanti malam jam 00.00 Jabodetabek akan ASO dan Banten akan kena imbasnya,” ujar Haris, Rabu, 2 November 2022.
Haris mengungkapkan, semula tanggal 2 November 2022 ditetapkan sebagai ASO nasional. Pada tanggal itu, seluruh tv analog di Indonesia akan padam digantikan dengan siaran tv digital.
Baca Juga: Istri Minta Cerai, Suami di Kota Depok Balas Dengan Bacokan
Namun, karena pembagian set top box (STB) di Indonesia belum merata, maka jadwal ASO secara nasional terus diundur.
Berdasarkan data, pembagian STB secara nasional baru 2 persen. Sedangkan khusus untuk Provinsi Banten baru 22 persen lebih.
Untuk pembagian STB bagi warga yang tidak mampu di Provinsi Banten, secara keseluruhan baru mencapai 22 persen lebih. Sementara 78 persen sisanya masyarakat miskin belum menerima STB.
Baca Juga: Bisnis Bangkrut, Bang Edi Preman Pensiun Alih Profesi Jadi Penyiar Radio
Adapun kuota pembagian STB per daerah di Banten, yaitu Kota Cilegon 5.370, Kota Serang 8.448, Kabupaten Pandeglang 61.903, Kabupaten Serang 38.066, Kabupaten Tangerang 70.023, Kota Tangerang 29.813, Kota Tangerang Selatan 36.800, dan Kabupaten Lebak 26.485.
Untuk pembagian/ distribusi STB di tiap daerah di Banten berdasarkan zonasinya, untuk Banten 1 meliputi wilayah Serang-Cilegon dan Banten 2 meliputi Kabupaten Pandeglang baru mencapai 22 persen lebih. Zona Banten 3 meliputi Kabupaten Lebak masih 0 persen. Sementara wilayah Tangerang Raya yang masuk zona Jabodetabek sudah 100 persen.
Haris mengatakan, bagi masyarakat mampu hendaknya segera membeli STB agar bisa menikmati siaran tv digital. Harga STB saat ini menurutnya juga sudah terjangkau di kisaran Rp200 ribu ke bawah.
Karena masih rendahnya distribusi STB bagi warga miskin di Banten, Haris mendorong agar pemerintah dan pemenang MUX segera membagikan STB ke masyarakat yang berhak. Dia minta STB untuk wilayah Banten disegerakan dibagikan karena wilayah Banten terdampak dari penerapan ASO Jabodetabek.
“Kami mendesak pemerintah pusat dan para multiplexer yang punya tanggung jawab pembagian STB untuk masyarakat miskin segera dibagikan Jangan menunggu bulan,” katanya.
Ditanya soal penyebab keterlambatan distribusi STB ke warga penerima, Haris mengaku dia juga tidak mengetahui penyebabnya. Padahal, secara fisik, STB yang harus dibagikan ke warga miskin tersedia dan cukup.
“Nah itu itu apa ya nggak ngerti juga saya detailnya kalau barang ada,” ujarnya.
Ahyan, salah seorang pemilik toko elektronik Cahaya Jaya Elektronik di Jalan Raya Taktakan-Gunungsari, Kota Serang, mengaku, sudah beberapa minggu belakang banyak warga yang menanyakan keberadaan STB. Dalam satu hari, ada saja yang bertanya bahkan membeli STB beberapa waktu belakangan ini.
“Mulai banyak yang nanya-nanya harga dan ada juga yang beli,” ujarnya.
Dia mengatakan, mulai menjual STB setelah ada banyak warga yang menanyakan keberadaan STB. Ini berkaitan dengan semakin intensnya pemberitaan tentang ASO. Dia sendiri hanya menjual 2 jenis STB, yaitu yang berharga Rp200 ribu ke atas dan Rp200 ribu ke bawah.
Ahyan memperkirakan, penjualan STB akan mulai meningkat setelah televisi analog benar-benar telah mati. ***




















