BANTENRAYA.COM – Jelang Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024, ada beberapa nama menteri yang digadang-gadang bakal mencalonkan diri sebagai calon presiden.
Beberapa nama menteri yang digadang-gadang bakal maju sebagai capres diantaranya Menhan RI Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Hal ini makin diperkuat setelah Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya memperbolehkan para menteri yang menjadi calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) tidak mundur dari jabatannya, asalkan mendapat izin dari Presiden.
Baca Juga: Emak-Emak Ini Nekat Tak Beri Jalan Mobil Polisi, Bagaimana Nasibnya?
Menyikapi putusan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara. Menurut dia, para menteri tetap harus mengutamakan tugasnya sebagai pejabat negara.
.
“Ya, tugas sebagai menteri harus diutamakan,” ujar Jokowi kepada wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 2 November 2022.
Jokowi juga mengaku akan mengevaluasi kinerja para menteri yang mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres.
Jokowi bakal mempertimbangkan memberikan cuti panjang, apabila kegiatan kampanye menganggu kinerja sebagai menteri.
Baca Juga: Pemkot Cilegon Buka 626 Formasi Guru untuk Perekrutan PPPK 2022! Berikut Tata Cara Pendaftarannya
“Tetapi kalau kita lihat nanti mengganggu ya akan dievaluasi, apakah memang harus cuti panjang banget atau tidak,” katanya.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan menteri yang ingin maju sebagai calon presiden tidak perlu mundur dari jabatan. Putusan itu merupakan hasil dari permohonan uji materi yang diajukan Partai Garuda terhadap Pasal 170 ayat (1) UU Pemilu. ***
Sumber PMJ News



















