BANTENRAYA.COM —- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Dhito Pramono ngamuk saat temukan pembangunan Pasar Wates menggunakan bahan material yang tidak sesuai spesifikasi.
Saking emosinya, Bupati Kediri Dhito Pramono sampai menendang plafon yang belum digunakan untuk menguji kekuatan material untuk pasar Wates tersebut.
Bupati Kediri Dhito Pramono pun memperingatkan dengan keras pihak ketiga yang membangun pasar Wates agar tidak main-main dengannya.
Baca Juga: Ingin Punya Anak Sholeh dan Sholehah? Coba Baca Doa Pendek dan Mudah Dihafal ini
Dalam sebuah video yang diunggah oleh Bupati Kediri Dhito Pramono sendiri melalui akun Instagram miliknya sebagaimana dikutip Bantenraya.com, Dhito tampak melakukan sidak terhadap sejumlah toko yang sedang dibangun..
Dia pun menghadirkan pihak ketiga dan konsultan pengawas.
Saat sudah sampai di sebuah toko yang masih dalam proses pembangunan, Dhito pun memanggil pihak yang mengerjakan.
Baca Juga: Inilah Bacaan Doa untuk Pengantin Baru, Agar Terhindar dari KDRT dan Dijamin Langgeng
Dia pun bertanya soal spesifikasi bahan bangunan untuk plafon yang akan digunakan untuk toko tersebut.
“Coba buka, Mas spek-mu opo? Jaya Board bukan?” tanya dia.
Ternyata bahan bangunan plafon itu bukan Jaya Board.
Baca Juga: Keluhkan Durasi Hingga Iklan Preman Pensiun 7, Aris Nugraha Beri Jawaban Bijak Ini
“Ini apa mereknya?” tanya Dhito lagi.
“Aplus,” ujar konsultan tampak lemas.
“Kenapa enggak sesuai dengan spek (spesifikasi-red)?” cecar Dhito?
“Aplus ini kan begini,” kata Dhito sambil meraih salah satu plafon yang tersandar di dinding toko.
“Tipis ini,” katanya lalu langsung menendangkan kakinya ke plafon tersebut dan seketika jebol menyisakan lubang.
“Jebol ini,” katanya.
Dia pun bertanya kenapa pengerjaan pasar itu tidak sesuai dengan yang sudah direncanakan Pemda Kediri.
Tidak puas sampai di situ, Dhito kemudian meminta sebuah bangunan diukur ketebalannya.
Dari hasil pengukuran, diketahui ketebalannya hanya 7 cm.
Padahal, dalam perencanaan ketebalan seharusnya 8 cm.
“Kamu kalau membohongi saya akan tambah runyam,” kata Dhito dalam bahasa Jawa.
Dhito pun mengingatkan bahwa pasar Wates itu dibangun dengan menggunakan uang rakyat.
Bila pembangunannya asal-asalan, maka dia juga yang akan malu.
Dhito memperingatkan akan memeriksa semua pembangunan di pasar Wates tersebut. *




















