BANTENRAYA.COM – Tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur yang telah menelan ratusan korban jiwa mendapatkan perhatian serius dari Presiden Joko Widodo (Presiden Jokowi).
Dalam kasus maut pasca pertandingan Arema vs Surabaya itu, Presiden Jokowi meminta aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi hingga tuntas.
Bahkan, Presiden Jokowi juga meminta agar pihak yang telah terbukti bersalah harus diberi sanksi yang berat.
Baca Juga: Daftar Pemain Bad Prosecutor dan Sinopsisnya, Ada D.O EXO jadi Jaksa Nakal!
“Sudah saya sampaikan, diinvestigasi tuntas, diberikan sanksi kepada memang yang bersalah,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan resmi dikutip dari website setneg.go.id, Selasa 4 Oktober 2022.
Bahkan, Jokowi telah memerintahkan seluruh jajarannya, untuk terjun langsung menangani tragedi Kanjuruhan tersebut.
“Saya kira juga perintah saya sudah jelas pada Menkopolhukam, pada Kapolri, pada Menpora dan semuanya sudah jelas,” tandasnya.
Baca Juga: Melihat Barang Bukti Pembunuhan Brigadir J, Total Ada 5 Pistol Diserahkan ke Kejaksaan
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud mengatakan jika pemerintah telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF).
Tim tersebut akan melakukan investigasi dan mengungkap tragedi Kanjuruhan.
Tim yang dikomandoi oleh Menko Polhukam dengan anggota dari kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat, akademisi, dan media massa.
Baca Juga: 25 Kata-kata Bijak dari Preman Pensiun yang Berkelas Cocok Dijadikan Status WhatsApp
“Nanti akan diumumkan secepatnya. Itu yang tugasnya kira-kira akan bisa diselesaikan dalam dua-tiga minggu ke depan,” katanya.
Dikutip Bantenraya.com, ratusan korban nyawa yang melayang terjadi usai pertandingan derby Jawa Timur tersebut.
Di mana, skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya bertahan hingga pertandingan usai.
Baca Juga: Anies Baswedan Jadi Capres Nasdem, KPK Lanjutkan Usut Kasus Anggaran Formula E
Setelah wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, ribuan supporter masuk ke dalam lapangan pertandingan di Stadion Kanjuruhan.
Petugas keamanan berupaya menghalau penonton yang masuk ke lapangan, bahkan sampai menembakkan gas air mata.
Namun, karena jumlah penonton yang terlalu banyak sehingga kerusuhan tak terhindarkan.
Bahkan, banyak anak kecil yang digendong orang tuanya berlarian saat kerusuhan tersebut. ***
setneg.co.idPresiden Jokowi meminta aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi hingga tuntas.



















