BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Serang memastikan inflasi di Kabupaten Serang paska kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih normal dan tidak terjadi gejolak harga di pasaran. Saat ini inflasi di Kabupaten Serang diangka 4,6 persen.
Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo Pemkab Serang terus melakukan evaluasi terkait dengan inflasi daerah paska kenaikan harga BBM.
“Alhamdulillah untuk Kabupaten Serang khususnya kita diangka 4,6 persen inflasinya atau relatif normal,” ujar Pandji usai rapat di ruang rapat KH Syam’un, Pemkab Serang, Senin
12 September 2022.
Ia menjelaskan, inflasi di Kabupaten Serang sebelum adanya kenaikan harga BBM berkisar di angka 4 persen atau year on year (yoy).
“Jadi inflasi kita relatif kendali. Ini tidak lain dari upaya kami memperlancar distribusi dan memenuhi pasokan pangan yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Selain itu, adanya gerakan-gerakan bantuan sosial baik yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
“Kita Kabupaten Serang akan memberikan bantuan kepada 41.000 orang yang biasa menerima BPNT (bantuan pangan non tunai),” tuturnya.
Kemudian, Pemkab Serang juga telah selesai melakukan pendataan kelompok masyarakat lain terdampak kenaikan harga BBM.
Baca Juga: 10 Negara dengan BBM Termurah, Indonesia Temasuk?
“Validasi sudah selesai, kita akan lapor ke Ibu Bupati (Rt Tatu Chasanah-red). Saya cek masyarakat transportasi ada 775 orang,” ungkapnya.
Pandji berharap bantuan langsung tunai (BLT) dari Pemkab Serang bisa disalurkan pada pekan ini. “Kita tahu efek dari inflasi yang paling terasa yaitu melemahnya daya beli masyarakat. Inflasi kita bagus dibanding daerah lain ada yang 6 persen
sampai 7 persen,” katanya. (***)



















