BANTENRAYA.COM – Peneliti di Universitas Columbia menyebut jika masyarakat yang kerja dengan upah gaji rendah akan membuat otak menua lebih cepat.
Dikutip dari laman studyfinds.org, kerja dengan upah rendah dapat membahayakan otak daripada dompet.
Sebuah studi baru menemukan bahwa, terus bekerja dengan upah rendah menyebabkan penurunan memori secara signifikan lebih cepat.
Baca Juga: Profil La Rheina Isabelle Bishop, Pemeran Regina Calon Pacar Aos di Preman Pensiun 6
Sederhananya, ketika seseorang melakukan pekerjaan bergaji rendah, otak akan menua lebih cepat daripada seseorang yang berpenghasilan bagus.
Para peneliti di Universitas Columbia mencatat bahwa penelitian sebelumnya telah menghubungkan pekerjaan berupah rendah dengan gejala depresi, obesitas, dan hipertensi.
Semua kondisi ini meningkatkan risiko seseorang mengalami penuaan kognitif yang dipercepat.
Baca Juga: Penuhi Janji ke Farel Prayoga, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Berikan Hadiah Ketipung dan Kendang
Hal tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan Katrina Kezios, seorang peneliti postdoctoral di Columbia University Mailman School of Public Health, dalam rilis media yang dikutip Bantenraya.com, Kamis 1 September 2022.
“Penelitian kami memberikan bukti baru bahwa paparan berkelanjutan terhadap upah rendah selama tahun-tahun penghasilan puncak dikaitkan dengan penurunan memori yang dipercepat di kemudian hari,” kata
Dari catatan dari National Health and Retirement Study (HRS) pada orang dewasa antara tahun 1992 dan 2016, tim memeriksa data pada 2.879 orang yang lahir antara tahun 1936 dan 1941.
Baca Juga: Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Serahkan Hasil Komunike Urban 20 kepada Menko Airlangga
Para peneliti mendefinisikan upah rendah sebagai upah per jam yang kurang dari dua pertiga dari upah median federal selama tahun tertentu.
Dari sana, Kezios dan timnya memisahkan riwayat pendapatan setiap peserta ke dalam kategori tertentu.
Kelompok-kelompok itu termasuk orang-orang yang tidak pernah bekerja dengan upah rendah, sesaat menerima upah rendah, dan orang yang terus-menerus bekerja dengan upah rendah antara tahun 1992 dan 2004.
Penulis penelitian kemudian memeriksa hubungan antara upah ini dan penurunan memori selama 12 tahun ke depan, antara 2004 dan 2016.
Hasil menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan orang yang tidak pernah bekerja dengan bayaran kecil, orang yang berpenghasilan rendah mengalami penurunan memori yang jauh lebih cepat selama usia tua.
Secara khusus, pekerja berupah rendah mengalami kira-kira satu tahun tambahan penuaan kognitif selama periode 10 tahun.
Baca Juga: Bikin Panik! Viral Seorang Pria Berpakaian Adat di Bali Mengamuk dan Serang Warga dengan Pisau
“Temuan kami menunjukkan bahwa kebijakan sosial yang meningkatkan kesejahteraan finansial,” paparnya.
“Pekerja berupah rendah mungkin sangat bermanfaat bagi kesehatan kognitif,” tambah penulis senior Adina Zeki Al Hazzouri, asisten profesor epidemiologi di Columbia Mailman School dan Columbia Butler. ***


















