BANTENRAYA.COM – Kawasan edukasi ekonimi wisata Lembur Mangrove Patikang Lestari seluas 9.500 meter diresmikan. Kawasan tersebut mangrove tersebut berada tepat di Kampung Patikang, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Peresmian sendiri diresmikan langsung Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Edi Rivai bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten.
Dimana tujuan dari Edu-Ekowisata Mangrove untuk mewujudkan Net Zero Emission di Indonesia dan komitmen terhadap Environmental, Social and Governance atau ESG.
Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Edi Rivai menjelaskan, pembangunan Kawasan Edu-ekowisata Mangrove Patikang tersebut sebagai kontribusi perusahaan dalam upaya pelestarian daerah pesisir sekaligus untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.
Baca Juga: Kejati Sita Aset Agunan Kasus Bank Banten Berupa Tanah Seluas 133 Meter di Jakarta Pusat
“Dalam pelaksanaanya, Chandra Asri telah berkontribusi menyelesaikan pembangunan kawasan di tahap pertama yang memfokuskan perbaikan trek sepanjang 29 meter pada tahun 2021 dan 150 meter pada 2022 ini, selain juga pembangunan saung edukasi dengan memanfaatkan limbah non B3 kayu palet,” katanya melalui rilis resmi pada Selasa 31 Agustus 2022.
Edi menyampaikan, membangun kawasan tersebut perusahaan juga telah berkolaborasi dengan Inspirasi Keluarga Kesemat (Ikamat), sebuah yayasan alumni Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) untuk meneliti kondisi vegetasi mangrove, jenis herpetofauna, dan keanekaragaman mamalia serta aves di kawasan sekitar.
“Untuk menentukan area khusus konservasi dan pengembangan agar dapat menentukan intervensi yang diperlukan untuk menjaga ekologi kawasan mangrove. Dimana untuk perluasannya, penanaman mangrove rencananya akan kembali dilaksanakan pada 2022 ini,” ujarnya.
“Kami bekerjasama dengan Ikamat untuk melakukan penelitian. Jadi kita punya baseline apa yang ada di sini, dan akan dikembangkan kemana,” ujarnya.
Dari segi dampak ekonomi, jelas Edi, terbentuknya Kawasan Edu – ekowisata Mangrove Kampung Patikang yang menjadi wilayah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung.
Hal itu diharapkan menjadi destinasi wisata baru yang dikelola oleh komunitas sekaligus memelihara kelestarian mangrove sebagai daya tarik utamanya, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah penyangga.
“Dengan terbentuknya wisata mangrove ini, kita harapkan kampung mangrove ini menjadi destinasi wisata. Kita mulai dari sekarang mungkin aksesnya harus diperbaiki sehingga pengunjung bisa nyaman,” ucapnya.
“Yang saya pesan kan, adalah merawatnya agar nanti sampah nya dikelola agar pengunjung nyaman. Mudah-mudahan mangrove patokan ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat,” paparnya.
Baca Juga: Kronologi Truk yang Tabrak Halte di Bekasi yang Tewaskan 10 Orang
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang Taufik Hidayat mewakili Pemerintah Kabupaten Pandeglang menyampaikan, meminta Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang bisa mendorong Kawasan Edu-ekowisata Mangrove Patikang, menjadi kawasan industri wisata.
“Kami mewakili pemerintah Kabupaten Pandeglang, mengucapkan terimakasih kepada Chandra Asri yang sudah mempunyai kepedulian terhadap masyarakat Patikang. Kami perintahkan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang agar kawasan Mangrove Patikang ini bisa didorong menjadi kawasan destinasi wisata, untuk didorong agar bisa menjadi kawasan industri wisata,” pungkasnya. (***)


















