BANTENRAYA.COM – Berdasarkan khazanah sejarah Islam, bulan yang menyimpan banyak peristiwa bersejarah salah satunya di Bulan Safar.
Dalam penanggalan Islam ataau kalander Hijriah, Safar adalah bulan kedua setelah Muharram.
Safar sendiri adalah salah satu bulan yang cukup disorot lantaran dari mitos yang berkembang menyatakan sebagai bulan sial.
Baca Juga: Asal Muasal Ente Kadang Kadang Yang Viral di TikTok Hingga Dijadikan Meme, Ternyata Ini Artinya
Masyarakat Arab Jahiliyah pada saat itu mempercayai terkait kesialan dan kemalangan yang terjadi dalam Bulan Safar, bahkan anggapan itu terjadi hingga masa Rasulullah SAW.
Masyarakat Arab Jahiliyah juga mengartikan Safar sebagai suatu penyakit dalam perut berbentuk ulat besar yang mematikan.
Karena itulah masyarakat tersebut menganggap Bulan Safar sebagai bulan kesialan.
Baca Juga: HOAX! Bala Turun di Bulan Safar, Ini Kata Ustadz Syafiq Basalamah
Bulan Safar 1444 Hijriah atau 2022 masehi sendiri akan dimulai pada 29 Agustus 2022
Dikutip Bantenraya.com oleh mui.or.id, kepercayaan bahwa Safar mendatangkan kesialan dapat disebut juga sebagai jenis khurafat atau mitos.
Safar srndiri secara harafiah berarti cerita bohong dan secara istilah khurafat berarti cerita khayalan.
Kepercayaan tersebut bahkan dibantah langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang berbunyi:
لا عدوى ولا طيرة ولا هامَة ولا صَفَر
“Tidak ada kesialan karena ‘adwa (keyakinan adanya penularan penyakit), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada hammah (keyakinan jahiliyah tentang rengkarnasi) dan tidak pula Safar (menganggap bulan Safar sebagai bulan haram atau keramat).” (HR Bukhari).
Baca Juga: Putri Candrawathi Tetap Mengaku Dilecehkan Brigadir J, Pengacara Brigadir J Menyebutkan Satu Nama
Demikian bantahan Rasulullah SAW terkait Bulan Safar yang disebut bulan sial. Semoga bermanfaat untuk semuanya. *** (mg-finka)



















