BANTENRAYA.COM – Kasus pembunuhan Brigadir Joshua masih dalam persidangan, dengan tersangka utamanya Ferdy Sambo.
Skenario kasus Ferdy Sambo diduga mirip dengan kasus KM 50 yang menewaskan 6 Laskar FPI.
Dikutip Bantenraya.com dari kanal YouTubeThe PLM Entertaint, Kasus KM 50 diduga mirip dikarnakan tak ada tembak menembak dengan anggota polisi.
Baca Juga: Cara Bikin Akun WA atau WhatsApp Terlihat Offline Padahal Online, Gampang Cukup 5 Detik
Edy Mulyadi melaporkan langsung dari lokasi peristiwa tempat kejadian perkara KM 50,itu dilaporkan sebelum lokasi itu diratakan dengan tanah.
Dalam video itu Edy menceritakan bahwa ia bertanya langsung kepada saksi mata yang ada di lokasi peristiwa terjadi.
Edy juga mengatakan jarak antara saksi mata dengan kejadian kira-kira 8 meter, jadi tidak ada kata tembak menembak apa yang dikatakan polisi.
Baca Juga: Link Nonton Drakor Alchemy of Souls Episode 19 Sub Indo, Jang Uk dan Mu Deok Menikah?
“Dia(saksi) mengatakan jarak antara dia duduk dengan kejadian antara 8 meter, kalau polisi mengatakan ada baku tembak, cuma ada 2 kali tidak ada tembak-tembakan,” kata Edy, sesuai yang dikatakan saksi.
“Saksi juga mengatakan yang menembak adalah polisi, orang didalam mobil tidak membawa senjata karna tidak melakukan tembakan balasan,” tambahnya.
Saksi juga mengatakan senjata yang digunakan bukan pistol tapi senjata laras panjang menurut penglihatan saksi 2 orang langsung tewas.
“Kalau polisi menarasikan terjadi baku tembak itu tidak ada, itu yang dikatakan saksi waktu diwawancara,” ucap Edy.
Nitizen juga berkomentar, kasus tersebut skenarionya mirip dengan kasus pembunuhan Brigadir Joshua, dengan dugaan tembak menembak dan tuduhan itu tidak terbukti.
Kemiripan kasus KM 50 dan FS:
Baca Juga: Dirgahayu Ke 76 Jalasenastri, Begini Sejarah Ringkas Organisasi Para Istri TNI AL
-DIDUGA adanya adegan tembak menembak
-CCTV Mario
-Korban tewas ditembak tanpa dilumpuhkan terlebih dahulu
-Korban tidak melawan
-TKP tidak steril
-Korban bukan bukan tersangka atau buron atau koruptor atau teroris,” ucap nitizen atas nama Ashton kthcer.
Dugaan tembak menembak itu hanya alibi untuk menutupi pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Ferdy Sambo.***


















