BANTENRAYA.COM – Dalam setiap kegiatan pramuka, sewaktu diadakan acara berkemah, salah satu yang tidak pernah terlewatkan yaitu acara renungan malam.
Dalam acara renungan malam biasanya diadakan acara pembakaran api unggun dimana semua peserta pramuka duduk mengelilingi api unggun.
Pada saat acara itu, biasanya anggota pramuka menyanyikan lagu-lagu pramuka dan meneriakan yel-yel. Selain itu, pembina pramuka memberikan renungan malam.
Api unggun adalah api di luar ruang yang didapat dari sengaja menyalakan kayu bakar, potongan kayu, atau kumpulan dahan, ranting, jerami, atau daun-daun kering.
Pramuka, pecinta alam, atau peminat kegiatan alam bebas sering membuat api unggun sewaktu berkemah atau melakukan kegiatan di alam terbuka.
Adapun tujuan dari pembakaran api unggun dikutip Bantenraya.com dari berbagai semuber, Minggu 14 Agustus 2022 sebagai berikut.
Baca Juga: Viral, Menyamar Jadi Laki-Laki, Perempuan Pakai Baju Ihram Didepan Ka’bah Bikin Geram Netizen
Api unggun dinyalakan dengan maksud untuk menjaga diri dari binatang buas, menghangatkan diri, isyarat keadaan bahaya, atau sebagai perapian untuk memasak makanan.
Sewaktu berkemah, orang sering berkumpul di sekitar api unggun untuk menyanyi, menari, atau bermain kembang api. Bahan makanan seperti ubi jalar, singkong, atau jagung bisa dimasak dengan cara dibakar dengan api unggun.
Makanan juga bisa ditusuk dengan ranting kayu atau tongkat besi sebelum dipanggang. Alat masak seperti panci dan wajan juga bisa digunakan di atas perapian dengan bantuan penumpu dari batu atau kayu.
Baca Juga: Inilah Pernyataan Gus Samsudin Setelah Datangi Undangan Dokter Richard Lee
Potongan kayu atau ranting disusun ke atas dengan memberi ruang di antara susunan kayu agar api cukup mendapat oksigen, dan api unggun bisa menyala hingga kayu habis.
Angin kencang, kabut, kondisi kayu yang basah, udara yang sangat lembap, dan lokasi yang tipis oksigen merupakan penyebab api unggun sulit menyala.*



















