BANTENRAYA.COM – Presiden RI Joko Widodo (Presisen Jokowi disarankan untuk copot Benny Mamoto dari jabatannya sebagai komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Benny Mamoto dinilai telah meruntuhkan moral Kompolnas ketika dianggap berbicara asal-asalan mengenai kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.
Sebelumnya, Benny Mamoto menyampaikan ke media jika kausus pembunuhan Brigadir J berawal dari pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Irjen Ferdy Sambo.
Benny mamoto juga menyebutkan jika Bharada E yang melakukan penembakan terhadap Brigadir J merupakan juara menembak dari satuan Brimob.
Belakangan, beberapa pernyataan dari Beny Mamoto itu terbantahkan.
Dengan alasan itulah kini banyak yang menyarankan agar Presiden mencopot Benny Mamoto dari jajaran Kompolnas.
Baca Juga: Anies Baswedan: Jika Melihat Kekerasan, Rekam atau Foto, Lalu Laporkan
Warganet pemilik akun Twitter @yosnggarang menyarahkan Presiden Jokowi harus mencopo Benny Mamoto dari Ketua Harian Kompolnas dan juga dari komisionel Kompolna.
“Moral Komisi ini sdh runtuh ketika Benny berbicara kasus Brigadir Yosua terkesan asal-asalan,” katanya.
“Jika Benny dipertahankan maka publik tidak lagi anggap lembaga Kompolnas,” tulisnya dikutip Bantenraya.com, Rabu 10 Agustus 2022.
Baca Juga: Referensi Hadiah Lomba Perayaan Hari Kemerdekaan Tingkat RT, Elektronik Murah Dibawah Rp 10 Juta
Sementara itu warganet lain pemilik akun twitter @kelanajua memberikan komentar jika Benny layak untuk dipecat.
“Benny layak dipecat dan disanksi pidana karena sudah ikut menyebarkan berita bohong,” komennya. ***



















