BANTENRAYA.COM – Dinas Sosial atau Dinsos Kota Serang kewalahan selesaikan persoalan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Serang lantaran anggaran minim.
Akibatnya, penyelesaian PMKS di Kota Serang dalam hitung-hitungan Dinsos Kota Serang baru bisa selesai hingga 20 tahun.
Penanganan PMKS ini diungkapkan Kepala Dinsos Kota Serang Mochamad Poppy Nofriadi.
Baca Juga: TERLENGKAP! 28 Link Mirror Pengumuman SBMPTN 2022, Jangan Sampai Terlewatkan
Kepala Dinsos Kota Serang Mochamad Poppy Nofriadi mengatakan, berdasarkan data Dinsos Kota Serang jumlah PMKS ada 121 ribu jiwa. Dari 121 ribu jiwa PMKS tersebut, ada 26 parameter.
“Kan banyak PMKS itu. Dari mulai bayi terlantar sampai orang tua terlantar,” ujarnya kepada Bantenraya.com, Rabu 22 Juni 2022.
“Dari mulai orang sehat sampai orang sakit jiwa itu semua ditangani. Disabilitas juga termasuk PMKS,” katanya.
Baca Juga: Kode Penukaran Higgs Domino Island 23 Juni 2022 Terbaru, Dapatkan Chip Gratis Hingga 80B
Poppy menjelaskan, mekanisme untuk menangani PMKS yang pertama dari APBD Kota Serang.
“Kalau memang dimungkinkan dari anggaran pemerintah daerah, kita memberikan bantuan-bantuan seperti kemarin, ada acara bantuan untuk kursi roda, alat bantu, walaupun tidak optimal karena jumlahnya sedikit,” jelasnya.
Ia menuturkan, pihaknya juga memberikan kegiatan keterampilan agar PMKS seperti pengemis, anak jalan, dan pengamen, memiliki keterampilan dan bisa membuka usaha secara mandiri.
Baca Juga: SPBU Kedapatan Kurangi Takaran BBM, Tera Diatur Pakai Remote Kontrol
“Cuma lagi-lagi terbentur dengan anggaran. Yang bisa kita akomodir paling berapa puluh,” tutur Mochamad Poppy Nofriadi.
Poppy mengaku, standarisasi anggaran dinsos untuk penanganan PMKS hanya wasilah, sebab jika diturutin idealnya dengan kabupaten kota di Banten saja, Kota Serang terkecil.
“Wah kalau dibilang cukup mah, sebetulnya dinsos itu hanya wasilah. Kalau misalkan mau diturutin idealnya mah apalagi sama Jakarta,” tuturnya.
Baca Juga: Spoiler Serial Pertaruhan The Series Episode 5: Elzan Kembali Menjadi Anak Buah Tony
“Mungkin kita kalau dibandingkan dengan Lebak, Pandeglang kalah. Dengan Kabupaten Serang juga kalah untuk anggaran dinsos,” akunya.
Saat ditanya terkait idealnya anggaran untuk PMKS di Dinsos, Mochamad Poppy Nofriadi mengaku bahwa pihaknya enggan muluk-muluk.
“Kalau saya sih nggak muluk-muluk. Namanya keinginan kan boleh tapi paling tidak kan ada kebutuhan minimum. Kisaran Rp 30- Rp 40 miliar setahun,” tuturnya.
“Nggak banyak. Kalau sekarang cuma dapat anggaran 10 miliar. Itu pun bukan buat bantuan tapi untuk kegiatan rutin,” terang dia.
Poppy mencontohkan, kegiatan di salah satu bidangnya yang setahun anggarannya hanya Rp 36 juta.
“Contoh satu kasi yang ngurus taman makan pahlawan cuma dapat anggaran Rp 36 juta. Kalau di OPD yang lain paling satu kegiatan atau lebih,” ungkapnya. ***

















