BANTENRAYA.COM – Kiai Haji Ahmad Bahauddin Nursalim atau dikenal Gus Baha menganjurkan umat islam tidak berlebihan saat mengucapkan istigfar atau memohon ampunan kepada Allah.
Bahkan Gus Baha meminta jika seseorang tidak boleh serius apalagi berlebihan sampai tidak menangis tersedu saat beristighfar memohon dosanya dihapuskan.
Ungkapan Gus Baha tidak boleh serius dalam mengucapkan istighfar itu diungkapkan melalui riwayat para sahabat Rasulullah Muhammad SAW yang terlalu khawatir jika nanti ditinggal Rasulullah hingga beliau wafat.
Dikutip BantenRaya.Com dari Kalan YouTube Santri Official pada Jumat 20 Mei 2022, Gus Baha meriwayatkan seorang sahabat yang menyampaikan pendapat jika dirinya takut suatu saat Rasulullah meninggalkannya atau wafat.
Baca Juga: Klaim Kode Penukaran Higgs Domino Island 21 Mei 2022 Terbaru, Dapatkan Chip Gratis Hingga 55B
Menjawab kekhawatiran itu malah Rasulullah menjamin jika dirinya wafat maka umatnya akan sangat merasa enak dan tidak perlu khawatir.
Hal itu karena Rasulullah memastikan jika dirinya akan ada di sisi Allah serta terus akan meminta ampunan terhadap umatnya kelak.
“Pakai riwayat yang mudah saja, Kamu (sahabat) jangan khawatir jika suatu saat saya (Nabi Muhammad) meninggal, justru malah enak. Kok bisa ya Rasulullah ditanya sahabat. Sebab, aku ada disisi-Nya (allah),” kata Gus Baha menerjemahkan salah satu riwayat.
“Nabi bersabda, hidup Ku baik bagi kalian, dan jika aku mati pun baik bagi kalian. Jika saya masih hidup , berarti saya masih bisa mentradisikan sekian sunah, sekian perilaku yang baik dan kamu bisa mencontohnya. Dan jika aku sudah mati maka aku berada disisi Allah,” katanya.
Baca Juga: Layanan Sambung Sementara Listrik Semakin Mudah Melalui Aplikasi PLN Mobile
Selanjutnya Gus Baha menyampaikan, dalam riwayat itu, Rasulullah saat sudah meninggal akan ada di sisi Allah, sehingga bisa seluruh amalah umatnya akan bisa dilihat olehnya.
Bahkan, jelas Gus Baha, jika dirinya melihat amalan umatnya bagus maka akan langsung memuji Allah. Namun, jika amalanya buruk, maka Rasulullah akan memohon ampunan langsung kepada Allah.
“Ketika aku sudah berada disisi-Nya, maka amalan-amalan kalian akan diperlihatkan kepada ku,” imbuhnya.
“Ketika saya dapati amalan kalian bagus, maka saya akan memuji Allah. Dan ketika amalan kamu jelek, maka yang akan memintakan ampunan kepada Allah,” jelasnya.
Gus Baha mengungkapkan, jika umat islam sebenarnya sudah diistighfari oleh Nabi Muhammad. Bahkan itu lebih manjur dibandingkan istighfar yang diucapkan sendiri.
Baca Juga: Waspadai Cacar Monyet yang Ditularkan Hewan ke Manusia, Simak 5 Pencegahan Dini yang Bisa Dilakukan
Disamping itu, Nabi Muhammad sudah terkena khitab atau tanggungan beban, jika Nabi Muhammad diperintahkan untuk beristighfar, maka mintalah ampunan untuk semua umat islam.
“Maka saya meminta jika beristighfar biasa saja, biasa saja itu maksudnya tidak usah menangis seolah istigfarmu paling manjur, itu namanya sombong. Istigfarmu itu tidak akan manjur. Istighfar manjur itu karena Rasulullah sudah memintakan kepada Allah,” pungkasnya. ***



















