BANTENRAYA.COM – Kasus hepatitis misterius yang menyerang anak-anak menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI.
Penyakit hepatitis misterius belum diketahui penyebabnya itu menyerang anak usia 0 sampai 16 tahun namun paling banyak usia anak di bawah 10 tahun.
Dikutip Bantenraya.com dari akun twitter @KemenkesRI, beberapa anak dilaporkan meninggal dunia, bahkan 17 dari 170 anak dengan hepatitis akut membutuhkan transplantasi hati atau cangkok hati.
Baca Juga: Seluncuran Kenjeran Park Ambruk, 16 Orang Jatuh Dari Ketinggian 10 Meter
“Di Indonesia sendiri, dalam kurun waktu 2 minggu hingga 30 April 2022, terdapat tiga dugaan kasus pasien anak Hepatitis Akut meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta,” tulis akun @KemenkesRI dikutip Bantenraya.com, Sabtu 7 Mei 2022.
Kemenkes RI menyebutkan virus ini sangat berbahaya, beberapa anak dilaporkan meninggal, bahkan 17 dari 170 anak dengan Hepatitis Akut membutuhkan transplantasi hati.
“Belum diketahui secara jelas penyebab Hepatitis Akut, namun diduga berasal dari Adenovirus 41, SARS CoV-2, virus ABV dll,” ujarnya.
Baca Juga: Buruan di Klaim, Kode Promo Besar-besaran Untuk Pengguna Grab
Adenovirus sendiri umumnya menular lewat saluran cerna dan saluran pernafasan. Cara penularan melalui droplet, air yang tercemar dan transmisi kontak.
“Gejala awal Hepatitis Akut adalah gangguan gastrointestinal seperti sakit perut, mual, muntah, diare dan kadang disertai demam,” katanya.
Bahkan, gejala bisa berlanjut dan jadi lebih parah ketika urine berwarna seperti teh, buang air besar (BAB) putih pucat, kulit dan mata kuning, bahkan sampai penurunan kesadaran.***


















