BANTENRAYA.COM – Pengeroyokan Ade Armando di depan gedung DPR RI pada Senin 11 April 2022 oleh sejumlah pihak yang menyebabkan Ade Armando babak belur bukan tanpa sebab.
Ade Armando dikenal dengan sejumlah kontroversinya yang kemudian sebagian masyarakat melabelinya dengan penista agama.
Begitu pula sejumlah orang yang mengeroyoknya meneriakinya dengan teriakan penista agama.
Kontroversi kian meruncing kala Ade Armando menjadi pihak yang membela Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang di Pilkada DKI Jakarta juga dilabeli sebagai penista agama karena mempersoalkan surat Al Maidah Ayat 50.
Sejumlah massa yang mengeroyok Ade Armando sempat diteriaki sebagai penista agama yang pantas mati.
Ade Armando akhirnya bisa diselamatkan oleh aparat kepolisian setelah wajahnya babak belur dan hampir ditelanjangi massa.
Siapa sebenarnya Ade Armando?
Ade Armando dikenal sebagai Dosen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia (UI).
Ade Armando pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2004-2007.
Saat ini, Ade Armando lebih dikenal sebagai barisan yang kerap membela kebijakan Presiden Jokowi bersama pegiat media sosial Denny Siregar, Permadi Arya, dan Eko Kuntadhi.
Ade Armando sendiri kerap terlibat dalam kontroversi yang membuat masyarakat terseret dalam prokontra.
1. Sebut Allah Bukan Orang Arab
Pernyataan Ade Armando sempat memicu amarah dari umat Islam saat mengatakan bahwa Allah bukan orang Arab di akun Facebooknya di tahun 2015. “‘Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphon, Blues,” tulis Ade.
“Itu status di Facebook saya 20 Mei 2015, di situ saya mengatakan Tuhan bukan orang Arab, Tuhan pasti senang kalau ayat-ayatnya dibaca dengan langgam Minang, Sumatera dan seterusnya. Itu kaitannya dengan rencana Menag, Lukman Hakim, saat itu dia berniat membacakan festival dengan langgam Nusantara waktu itu sudah ada contoh,” ujar dia.
2. Azan Tidak Suci
Ade Armando juga memicu reaksi masyarakat saat mengatakan bahwa azan tidak suci. Saat itu, Ade mengomentari puisi Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan azan dengan kidung nusantara.
“Azan tidak suci, azan itu cuma panggilan salat. Sering tidak merdu. Jadi, biasa-biasa sajalah,” kata Ade Armando.
Maka menurut Ade, muazin (mereka yang mengumandangkan azan) tidak selalu merdu mengumandangkan azan, karena kemerduan suara bukan prasyarat mutlak untuk menjadi muazin.
“Jadi begitulah. Hakekatnya, azan itu adalah seruan untuk menyatakan waktu salat sudah tiba sekaligus mengajak orang untuk salat. Kumandang azan pun tidak selalu merdu, karena hakekatnya memang tidak berurusan dengan estetika. Mau dibaca datar-datar saja juga boleh. Tidak ada yang melarang,” katanya dikutip dari merdeka.com.
3. Posting foto Anies Baswedan dengan make up Joker
Ade Armando juga sempat dilaporkan Fahira Idris ke polisi karena memposting foto wajah Gubernur Jakarta Anies Baswedan penuh coretan seperti wajah Joker dalam film Batman.
“Meme itu sendiri bukan buatan saya. Tapi saya secara sadar menyebarkannya karena isinya memang sesuai dengan apa yang ingin saya sampaikan pada Anies dan pada publik,” ujar Ade Armando.
4. Memposting foto Habib RIzieq dengan Topi Santa Claus
Ade Armando mengunggah foto Habib Rizieq bersama sejumlah ulama mengenaikan topi Santa Claus pada Desember 2017.
Atas unggahan tersebut, Ade Armando dilaporkan ke Bareskrim Polri. Ade dilaporkan atas kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 156 KUHP. ***















