BANTENRAYA.COM – Motif pembunuhan sadis anak dan istri di Kampung Baru, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, diduga depresi.
Hal ini diungkap tetangganya, terduga pembunuhan sadis anak dan istri yakni Supriyadi diduga mengalami depresi sebelum menghabisi keluarganya.
Tetangga terduga pelaku pembunuhan sadis anak dan istri, Ali mengaku pada Kamis 7 April 2022, sempat melihat Supriyadi melaksanakan ibadah Sholat Tarawih di Masjid sekitar.
“Malem itu abis tarawih di Masjid,
sama keluarga (istri dan anak) juga ngobrol di depan rumah, sama-sama,” katanya kepada Bantenraya.com, Jumat 8 April 2022.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Sadis Supriyadi Coba Akhiri Hidup dengan Sayat Tangan Kiri
Meski terlihat normal, Ali menjelaskan Supriyadi sempat berubah sejak November 2021 lalu, setelah perayaan sunatan anak bungsunya.
“Biasa aja tadinya mah, hajat itu sekitar November (mulai ada perubahan). Nggak pada nyangka, begitu juga (membunuh anak dan istrinya),” jelasnya.
Senada, tetangga lainnya, Dewi mengatakan Supriyadi mengalami perubahan perilaku atau depresi.
Ini terjadi setelah pesta perayaan sunatan anaknya, Supriyadi dikabarkan pulang ke Lampung.
Baca Juga: Suami Bunuh Istri dan Anak Usia 9 Tahun di Kabupaten Serang, Leher Digorok Bersimbah Darah
“Ramah orangnya mah. Berubah itu pas abis hajat, nyunatin anaknya. Terus katanya pulang ke Lampung, katanya belajar ilmu- ilmu gitu,” katanya.
Untuk diketahui, peristiwa yang membuat geger warga Kampung Baru, Desa Sentul ini terjadi Jumat 8 April 2022 sekitar pukul 01.30 WIB.
Pada dini hari itu, masyarakat dikejutkan dengan teriakan minta tolong Ilham (15) anak pertama dari pasangan suami isteri tersebut.
Ilham berteriak minta tolong kepada warga karena ibu dan adiknya telah dianiaya oleh bapaknya.
Baca Juga: Keutamaan Sedekah di Hari Jumat Menurut Rasulullah
Warga yang mendengar teriakan itu langsung keluar rumah dan menolong Ilham yang terlihat ketakutan.
Setelah warga berkumpul, kemudian mendatangi rumah Ilham, warga melihat tubuh ibu dan anak ini bersimbah darah tergeletak di lantai kamar tidur.
Warga juga melihat Supriyadi juga dalam kondisi sekarat setelan mencoba bunuh diri dengan menggunakan pisau dapur. ***



















