BANTENRAYA.COM – Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pandeglang dan Bagian Perekonomian dan SDA Pandeglang lakukan monitoring harga Liquefied Petroleum Gas bersubsidi 3 Kg, Jumat 11 Maret 2022.
Pemantauan dilakukan di Pangkalan, Pengecer dan konsumen gas LPG 3 Kg Bersubsidi.
Petugas turun ke lapangan menindaklanjuti keluhan harga Gas LPG 3 Kg Bersubsidi Kecamatan Menes, melebihi HET atau harga eceren tertinggi.
Iskandar, penjual bubur Cirebon di jalan pertigaan Cimanying dan Naedi penjual pisang molen di Pojok Menes, kepada petugas menyatakan membeli gas LPG 3 Kg Bersubsidi dari pengecer dengan harga Rp22 ribu hingga Rp23 ribu.
Petugas juga datang ke Pangkalan Ida Farida Kecamatan Menes dan pemilik pangkalan mengatakan persedian LPG 3 Kg pada saat ini cukup.
Ida Farida engharapkan agar pemerintah memberlakukan kartu kendali bagi masyarkat miskin dan usaha mikro agar gas LPG 3 Kg Bersubsidi tepat sasaran.
“Sehingga tidak ada lagi masyarakat mampu datang ke pangkalan antri untuk membeli gas 3 Kg bersubsidi,” kata Ida Fairda.
Kabag Perekonomian Setda Pandeglang Agus Makdu menyatakan, temuan tim yakni gas LPG 3 Kg Bersubsidi dijual dengan Harga Eceran Nyata (HEN) dikonsumen akan dilaporkan kepada PT Pertamina, Hiswana Migas Banten dan Korwil Migas Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga: Longsor di Muncang Kabupaten Lebak, Satu Rumah Warga Rusak Berat
“Kami mengharapkan dilakukan pembinaan kepada agen, pangkalan dan pengecer bahwa pangkalan harus menjual LPG sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan pendistribusian diprioritaskan kepada konsumen daripada pengecer serta pengecer agar menjual kepada konsumen dengan harga yang wajar tidak memberatkan masyarakat miskin dan usaha mikro,” kata Ags Makdum. ***



















