BANTENRAYA.COM – Peristiwa pemblokiran jalan di Manokwari, Papua Barat, Senin 7 Maret 2022 hari ini diduga buntut dari kasus rasisme di media sosial.
Pemblokiran jalan di Manokwari itu tepatnya di Jembatan Sahara, Jalan Yos Sudarso atau di depan Swisbel Hotel.
Dalam pemblokiran jalan tersebut, warga menuntup akses lalu lintas menggunakan kayu dan membakar ban.
Baca Juga: Sentil Deddy Corbuzier, Ustadz Hilmi Firdausi: Coba Sesekali Undang UAS dan UAH
Dikutip Bantenraya.com dari akun Instagram @info_kejadian_manokwari, Senin 7 Maret 2022, kejadian pemblokiran jalan itu terjadi diduga akibat kasus rasisme di media sosial.
“Saudara Kk (Kakak_red) dan adik sekalian, mohon untuk hindari dulu lewat jl yos sudarso (depan swisbel), ada aksi warga sambil palang jalan, bakar ban dan tebang pohon untuk menutupi jalan,” dalam keterangan dua foto unggahan tersebut.
Dalam foto terlihat asap dari bant yang dibakar membumbung tinggi, sementara pengendara motor dan mobil tampak melintas ke jalur lain.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Kecewa Persikota Tangerang Dicurangi Wasit, Hingga Berikan Pesan Ini pada PSSI
Dalam foto kedua, tampak ban yang dibakar di beberapa titik dan sebagian sudah padam.
“Dugaan sementara masih berkaitan dengan kasus rasisme di media sosial,” imbuh akun @info_kejadian_manokwari.
Diberitakan sebelumnya, kondisi di Manokwari, Papua Barat, tegang pagi ini Senin 7 Maret 2022.
Baca Juga: TEGAS! Politikus Irlandia Kritisi Standar Ganda Barat, Minta Israel Juga Diberi Sanksi yang Sama
Ruas Jalan Yos Sudarso di Manokwari sementara tak bisa dilalui karena diblokir dengan ban bekas yang dibakar serta batang kayu.
Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai kondisi di Manokwari. ***

















