BANTENRAYA.COM – Indonesia menempati posisi ke lima sebagai konsumen mie instan terbesar di dunia.
Bantenraya.com mengutip dari World Instant Noodles Association, rata-rata orang Indonesia mengonsumsi 52 bungkus mie instan per orang setiap tahunnya.
Peringkat ini berada di bawah Vietnam 81 porsi per orang, Korea Selatan 79, Thailand 57, dan Nepal 54. Popularitas mie instan di sebenarnya tak mengherankan, lantaran punya rasanya yang lezat dan cara penyajian yang mudah dan praktis.
Namun, dari sisi kesehatan, mie nstan memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.
Ini disebabkan sebagian besar mi instan dibuat dari tepung terigu putih, yang termasuk karbohidrat olahan dengan indeks glikemik tinggi.
Sementara itu, bumbu instan yang asin dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan iritasi lambung.
Mengonsumsi mie instan terlalu cepat bahkan bisa menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba karena karbohidrat terserap dengan cepat oleh tubuh.
Untuk membuat mi instan lebih sehat, para ahli gizi pun menyarankan beberapa tips dalam penyajian untuk disantap.
1. Sertakan Protein
Penting untuk menambahkan bahan makanan yang mengandung protein. Menambahkan telur, tahu, atau tempe saat menyantap mi instan dapat membantu menunda proses pencernaan dan menjaga gula darah tetap stabil.
Salah satunya, bisa menambahkan tauge atau kecambah yang kaya serat dan protein. Selain menambah rasa, kandungan peptida antihipertensi pada tauge juga bermanfaat bagi tekanan darah.
2. Tambahkan Sayuran
Sayuran seperti sawi, kol, atau tauge bisa menambah serat yang memperlambat penyerapan karbohidrat. Selain itu, kandungan kalium dalam sayuran membantu menetralkan efek natrium dari bumbu instan.
3. Kurangi Bubuk Kuah
Untuk menekan asupan garam dalam mie, gunakan bubuk kuah secukupnya dan kombinasikan dengan bahan lain seperti sedikit kimchi atau sayuran segar agar rasa tetap lezat.
4. Kunyah Perlahan
Hindari menyantap mi instan dengan terburu-buru. Mengunyah perlahan akan membantu tubuh mencerna karbohidrat secara lebih stabil dan mencegah lonjakan gula darah.
Dengan mengikuti tips ini, mi instan tidak hanya tetap praktis dan lezat, tetapi juga menjadi pilihan yang lebih sehat. Selamat mencoba.***

















