BANTENRAYA.COM – Netizen menyoroti tindakan Daidan Utama Pialang Asurasi, perusahaan tempat Anita Dewi yang viral kehilangan tumbler di kereta.
Pasalnya, surat pemecatan yang dilayangkan Daidan Utama Pialang Asurasi terhadap Anita Dewi dinilai meragukan.
Hal itu dikarenakan, tidak adanya kop surat hingga nama yang tertuju dalam isi surat pemecatan yang dikeluarkan Daidan Utama Pialang.
BACA JUGA: TKD Dipangkas Rp118 Miliar, Dewan Minta Pemkab Lebak Kejar Pengemplang Pajak
Dalam surat tersebut hanya berisi rasa empati perusahaan, memberikan sanksi hingga pemecatan yang bersangkutan.
“Sehubungan dengan maraknya pemberitaan di Media Sosial mengenai salah satu karyawan kami, dengan ini kami menyampaikan bahwa Kami turut prihatin atas pemutusan hubungan kerja yang dialami oleh karyawan perusahaan angkutan publik tersebut, dan sangat mengapresiasi, setiap tindakan empati dan solidaritas, berkaitan dengan kasus ini,” dalam keterangannya.
“Informasi kronologis kejadian, bukti-bukti thread dan percakapan, serta usulan-usulan untuk memberikan sanksi kepada ybs, sudah kami terima dan kami tanggapi secara serius,” sambungnya.
“Tindakan yang digambarkan dilakukan oleh karyawan kami tersebut adalah Tindakan yang tidak merepresentasikan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan kami secara keseluruhan,” jelasnya.
“Kami telah melakukan proses investigasi mengenai peristiwa ini, dan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” bebernya.
“Dengan ini kami ingin menginformasikan bahwa per tanggal 27 November 2025 ybs sudah tidak bekerja lagi di perusahaan kami,” pungkasnya.
Mengenai hal itu, tak sedikit netizen yang mengkritik surat tersebut.
“Akredidibilitas perusahaannya mana nih min? Tunjukin kop surat, nama karyawan yang dipecat dan ttdnya,” ungkap akun @bajuvxbxb
“Komunikasi publiknya buruk banget, kenapa gak ada kop surat dan nama karyawan kenapa gak disebut?” sambung akun @ywujdjdj.
“Suratnya meragukan, masa tidak ada kop surat dan nama karyawan tidak disebutkan,” sambung akun @ydhjxjcj
Sebelumnya, Anita Dewi mengaku cooler bag-nya tertinggal di bagasi kereta rute Tanah Abang-Rangkasbitung.
Saat turun di Stasiun Rawa Buntu, dirinya kemudian baru menyadari bahwa cooler bag-nya tersebut tertinggal.
Singkat cerita, dirinya tersebut lapor ke security dan menjelaskan keberadaan terakhir cooler bag-nya.
Security akhirnya mengabarkan bahwa cooler bag-nya ditemukan lengkap beserta isinya dan menyerahkan kepada Petugas KAI dan menyimpannya.
Namun, ketika penumpang tersebut hendak mengambil cooler bag, tumbler miliknya sudah tidak ada.
Akan hal tersebut, petugas KAI yang bertugas pada saat itu diduga terkena imbas dari utas yang diunggah Anita dan viral di media sosial.***



















