BANTENRAYA.COM – Hari Santri Nasional akan diperingati pada Tanggal 22 Oktober 2024.
Dengan adanya Perayaan Hari Santri Nasional tersebut, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda atau GP Ansor Banten akan merayakan Peringatan Hari Santri Nasional 2024.
Rencananya GP Ansor Banten akan melaksanakan apel Hari Santri Nasional 2024.
Pelaksanaan Apel Hari Santri Nasional tersebut akan digelar di 8 titik kabupaten dan kota di Provinsi Banten dengan melibatkan sebanyak 8.888 santri.
Baca Juga: Permintaan Tinggi, Petani Melon Madu di Waringinkurung Untung Puluhan Juta
Ketua PW GP Ansor Provinsi Banten, Tb Adam Ma’rifat menyampaikan, agenda apel Hari Santri 2024 akan dilakukan secara serentak di 8 kabupaten dan kota se-Banten.
“Adapun dari Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah akan menghadiri di Kabupaten Pandeglang. Sekaligus melantik pengurus GP Ansor Kabupaten Pandeglang,” kata Adam pada Minggu, 20 Oktober 2024.
Kata Adam, peserta berasal dari Santri, Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) hingga majelis pengajian yang merupakan binaan GP Ansor.
“Banten dikenal dengan daerah santri. Sudah tentu santri punya andil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, juga dalam kemajuan dan pembangunan Banten,” ungkap Adam.
Oleh karena itu, Adam berharap momen ini bisa dijadikan sebagai ajang merefleksikan diri terhadap peran santri tersebut.
Baca Juga: Dukungan Terus Mengalir, RPB Siap Menangkan Zakiyah-Najib di Pilkada Kabupaten Serang
“Momentum ini untuk selalu mengingatkan peran serta santri,” tegasnya
Sementara itu, di tempat terpisah, Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor, Gus Rifqi mengatakan bahwa pihaknya akan menghadiri perayaan Hari Santri 2024 di Provinsi Banten yang melibatkan 8.888 personel santri tersebut.
“Nanti kami akan menghadiri undangan pelantikan PC Ansor Pandeglang yang sekaligus bersamaan dengan Apel 8.888 santri yang dilaksanakn Pimpinan Wilayah Banten,” katanya.
Gus Rifqi menilai, perayaan Hari Santri adalah bagian dari semangat masyarakat Indonesia mengenang sejarah monumental perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Tidak ada yang menafikan sejarah itu, dan ini akan selalu kami kenang sebagai perjuangan mempertahankan kedaulatan republik dari tangan sekutu,” tambahnya.
Baca Juga: Kader Golkar Sudah Teruji, Fahmi Hakim Optimis Kemenagan Pilkada dalam Genggaman
“Tinggal hari ini bagaimana kita merayakannya dengan merekontektualisasi gerakan. Jika dulu mempertahankan kemerdekaan, maka sekarang menjaga dan mempertahankannya dengan beragam metode yang relevan,” tegasnya.***



















