BANTENRAYA.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten menyampaikan penyaluran kredit provinsi Banten tetap tumbuh sebesar 8,04 persen secara tahunan dengan penyaluran kredit UMKM tercatat sebesar Rp59,41 trilliun atau tumbuh sebesar 8,65 persen.
Sejalan dengan hal tersebut, risiko kredit yang terlihat dari Non Performing Loan (NPL) tercatat stabil sebesar 2,80 persen.
Hal ini menunjukkan stabilitas sistem keuangan, kinerja intermediasi perbankan di Provinsi Banten tetap baikdan terjaga dengan baik pada semester pertama tahun 2024.
Baca Juga: Dia Angkasa Episode 4: Analisa Minta Balikan, Hubungan Aurora dan Angkasa Renggang?
Kepala KPw BI Provinsi Banten Ameriza Ma’aruf Moesa mengatakan, hal ini didukung oleh beberapa indikator perbankan yang mencatat pertumbuhan positif diantaranya aset perbankan tercatat tumbuh meningkat sebesar 14,80 persen dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,11 persen.
“Berdasarkan data BPS ekonomi Banten tumbuh 4,70 persen pada triwulan II 2024 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 4,51 persen,” kata Ameriza dalam Taklimat Media, Kamis 8 Agustus 2024.
Selanjutnya, BI Banten melaporkan hingga akhir triwulan II 2024, Banten masih menjadi provinsi dengan net outflow sebesar Rp2,61 triliun disertai dengan meningkatnya transaksi non tunai. Total outflow sampai sampai dengan Juni 2024 mencapai Rp4,23 triliun dan inflow mencapai Rp1,62 triliun.
“Begitu juga dengan volume transaksi QRIS mencapai 46,41 juta kali dengan nominal transaksi mencapai Rp4,42 Triliun dengan jumlah pengguna QRIS mencapai 2,71 juta,” terang Ameriza.
Sejalan dengan hal tersebut, capaian inflasi Banten sampai dengan Juli 2024 tercatat sebesar 0,24 persen secara bulanan, 1,03 persen secara kalender berjalan atau 2,30 persen secara tahunan.
Capaian inflasi Juli melandai setelah pada Juni 2024 juga yang mengalami inflasi sebesar -0,08 persen, terdapat empat wilayah sampel lHK Provinsi Banten yang mengalami deflasi dan 1 wilayah mengalami inflasi.
Baca Juga: Terima Bola Umpan Kaesang, Ratu Zakiyah-Najib Siap Golkan Pilkada Kabupaten Serang
Daerah yang mengalami deflasi yaitu Kota Serang0,33 persen, Kota Tangerang -0,30 persen, Pandeglang -0,30 persen Kota Cilegon -0,03 persen, sedangkan Lebak tercatat inflasi terbatas 0,03 persen.
“komoditas tomat, bawang merah, dan cabai merah menjadi 3 (tiga) komoditas utama yang mendorong deflasi di daerah tersebut. Hal ini menunjukkan pasokan yang meningkat dari daerah sentra produksi dan didukung distribusi yang lancar,” kata Ameriza.***

















