Selasa, 27 Januari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Selasa, 27 Januari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Arkeolog Temukan Benda Kuno di TNUK Pandeglang, Diduga Jejak Awal Agama Hindu Saiwa di Jawa

Muhamad Tohir Oleh: Muhamad Tohir
26 Juli 2024 | 20:09
Arkeolog Temukan Benda Kuno di TNUK Pandeglang, Diduga Jejak Awal Agama Hindu Saiwa di Jawa

Arkelog menemukan benda kuno di TNUK. Dokumentasi BPK Wilayah VIII

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Arkeolog menemukan sejumlah beda kuno di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Benda kuno itu disebut Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Temuan tersebut di antaranya adalah dua kepala arca, lima batu berbentuk pion, dan batu lulumpang.

Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar mengatakan, temuan benda kuno atau arkeologi di TNUK itu merupakan temuan penting bagi peradaban bangsa Indonesia.

Baca Juga: Contoh Proposal Kegiatan HUT RI 17 Agustus 2024 untuk Tingkat Desa hingga RT dan RW

Temuan tersebut merupakan peninggalan peradaban Hindu Saiwa sekitar abad 7 Masehi.

Saiwa atau Siwaisme adalah salah satu dari empat aliran utama dalam agama Hindu yang mengagungkan dewa Siwa sebagai manifestasi Tuhan Yang Mahakuasa dan Mahaesa.

“Kalau dari pandangan arkeologi ini adalah penemuan yang sangat penting bagi kita,” ujarnya saat Diskusi Kelompok Terpimpin yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VIII Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Hotel Aston Serang.

Baca Juga: TERLENGKAP! Link Download Logo HUT RI ke-79 Resolusi Tinggi Versi JPG, PDF hingga PNG

“Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh awal dari budaya India di tanah Jawa dan itu ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon,” katanya.

Temuan ini diperkirakan merupakan peninggalan pada abad ke-7. Seba pada abad ke-8 budaya India yaitu agama Hindu Saiwa berkembang di Jawa bagian tengah.

Sebelum berkembang di Jawa bagian tengah, pengaruh budaya India ini terlebih dahulu masuk ke Ujung Kulon.

BACAJUGA:

peninggalan

Tiga Peninggalan Kesultanan Masuk Sebagai Cagar Budaya Tingkat Provinsi

26 Januari 2026 | 19:57
Everton vs Leeds United

Everton vs Leeds United: Ajang Pembalasan The Toffes Setelah Kalah di Leg Pertama

26 Januari 2026 | 18:12
Spring Fever episode 7

Drama Korea Spring Fever Episode 7 Sub Indo: Spoiler Lengkap dengan Jadwal Tayang

26 Januari 2026 | 17:39
Persita Tangerang

Bermain Imbang Atas Bhayangkara FC, Persita Tangerang Alihkan Fokus untuk Persiapan Hadapi Persija

26 Januari 2026 | 17:31

Baca Juga: PPP Jalin Komunikasi dengan Sosok Ulama di Pilkada Pandeglang yang Bakal Maju Jadi Bupati

Agus menjelaskan, dari sudut pelayaran, jika pelayar datang dari barat maka akan singgah ke bagian barat tanah Jawa yaitu pulau Panaitan dan Ujung Kulon.

“Dulu pelayaran itu bukan lewat Selat Malaka, tapi masih lewat pantai barat Sumatera, akhirnya pelayar-pelayar kapal singgahnya di tanah Jawa bagian barat, di Pulau Panaitan dan Ujung Kulon,” jelasnya.

Agus menuturkan, agama Hindu Saiwa sepertinya tidak berkembang di pulau Panaitan dan Ujung Kulon karena kurang mendapatkan pengikut.

Baca Juga: Rano Karno Mundur dari Pilgub Banten 2024, Pengamat Beri Sanjungan: Keren!

Akhirnya, tempat ini pun ditinggalkan. Para penganut agama Hindu Saiwa ini pun akhirnya berpindah ke timur.

“Sehingga terjadi pergeseran dari wilayah Ujung Kulon bergeser ke timur, lalu singgah di Pangandaran di Batu Kalde,” tuturnya.

Dari situ, kemudian bergeser lagi ke timur sampai di tanah Jawa bagian tengah. Agama Hindu Saiwa akhirnya lebih berkembang di sana.

“Jadi kebudayaan itu bisa berkembang jika ada pendukungnya. Jika penduduknya tidak ada, maka tidak bisa,” kata Agus.

Baca Juga: Full Healing! Kafe Mami Mewah Kabupaten Serang Punya Pemandangan Estetik Persawahan dan Banyak Hiburan Seru

Pada perkembangan selanjutnya, sekitar abad ke-8, abad ke-9 dan abad ke-10, Selat Malaka kemudian sudah mulai dikenal dan dilalui oleh jalur pelayaran. Sehingga, terjadilah pelayaran melalui Selat Malaka pada abad ke-8 sampai ke-10.

Kepala BPK Wilayah VIII Lita Rahmiati mengatakan, sebagai tindak lanjut dari diskusi ini, temuan benda kuno itu harus diselamatkan.

Temuan itu perlu dibawa atau dipindahkan dari Ujung Kulon untuk kemudian disimpan di museum di kabupaten atau di museum provinsi.

Baca Juga: Bukan Cuma Bangun Insfrastruktur, Satgas TMMD Kodim 0601 Pandeglang Buka Pelayanan KB Gratis

Selain itu, perlu dilakukan kajian lanjutan guna lebih menguak tentang tinggalan tersebut. Program penyelamatan dan penelitian lanjutan memerlukan koordinasi yang lebih intensif dengan TNUK, BRIN, akademisi dan instansi terkait lainnya.

“Perlu ada identifikasi bebatuan, uji lab, dan lainnya,” jelasnya.

Dan program penyelamatan dan penelitian lanjutan ini memerlukan koordinasi yang lebih intensif dengan TNUK, BRIN, akademisi dan instansi terkait lainnya.

Baca Juga: Seni Melukis di Dinding, Jasa Mural dan Kaligrafi di Kota Serang Dihargai Rp400 Ribu Per Meter

Kepala Balai TNUK Ardi Andono mengapreasiasi BPK Wilayah VIII atas temuan di TNUK sehingga terkuak benda-benda Objek Diduga Cagar Budaya yang penting untuk menguak sejarah di Ujung Kulon.

“Kami berterima kasih sekali kepada BPK Wilayah VIII atas inisiasinya sehingga terkuak benda-benda diduga cagar budaya di TNUK,” tuturnya.

“Ini penting untuk menguak sejarah tentang TNUK sendiri dulunya seperti apa dan kenapa hingga saat ini budayanya sangat kental. Ini suatu tabir yang baru terbuka,” ungkapnya.

Dikatakan Ardi, TNUK membuka diri untuk melakukan kolaborasi dan kerja sama penelitian dengan BPK Wilayah VIII.

“TNUK membuka diri dan bekerja sama dengan BPK wilayah VIII untuk mengeksplorasi TNUK terkait benda-benda cagar budaya sehingga apa yang ada di kita bisa terkuak,” ucapnya. ***

Tags: agama Hindu SaiwaArkeologBenda KunoPandeglangTNUK
Previous Post

Contoh Proposal Kegiatan HUT RI 17 Agustus 2024 untuk Tingkat Desa hingga RT dan RW

Next Post

Sempat menolak, DPRD Kota Serang Restui Pemindahan RKUD ke Bank Banten

Related Posts

peninggalan
Nasional

Tiga Peninggalan Kesultanan Masuk Sebagai Cagar Budaya Tingkat Provinsi

26 Januari 2026 | 19:57
Everton vs Leeds United
Nasional

Everton vs Leeds United: Ajang Pembalasan The Toffes Setelah Kalah di Leg Pertama

26 Januari 2026 | 18:12
Spring Fever episode 7
Nasional

Drama Korea Spring Fever Episode 7 Sub Indo: Spoiler Lengkap dengan Jadwal Tayang

26 Januari 2026 | 17:39
Persita Tangerang
Nasional

Bermain Imbang Atas Bhayangkara FC, Persita Tangerang Alihkan Fokus untuk Persiapan Hadapi Persija

26 Januari 2026 | 17:31
910 Nineten Luncurkan Yuza Veloraptor
Nasional

910 Nineten Luncurkan Yuza Veloraptor untuk Manuver Stabil Pelari Trail

26 Januari 2026 | 17:25
Linde Indonesia
Nasional

Info Lowongan Kerja Penempatan Cilegon di Linde Indonesia, Simak Persyaratannya

26 Januari 2026 | 17:04
Load More

Popular

  • Pemkot Cilegon

    Satgas PAD Pemkot Cilegon Bakal Paksa Sekolah Negeri Beli Air Kemasan dari Perumda Cilegon Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 10 Pejabat Eselon II Pemprov Banten Dilantik, 3 Di antaranya Promosi Jabatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Lengkap Pejabat Eselon II Pemprov Banten yang Kena Rotasi Mutasi, Sejumlah Nama Baru Jadi Bos OPD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Pedagang Daging di Kios Pasar Kranggot Cilegon Kompak Mogok Jualan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soto Klaten Tempat Sarapan Favorit Warga Serang, Harganya Cuma Rp5 Ribu dan Bikin Kenyang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lurah Kebonsari Bangun Saung Bengkel Inovasi Tanpa APBD Untuk Kumpul Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OPD Pemkot Cilegon Diminta Pintar Cari Dana Pusat, Bapperida Punya Keyakinan Soal Mandatori Efisiensi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anggaran Dicoret, Pengadaan Truk Sampah di DLH Kabupaten Lebak Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persita Tangerang vs Persija Jakarta, Alarm Bahaya untuk Pendekar Cisadane

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36
Forum Honorer Kota Serang

Forum Honorer Serang Nilai Pelantikan 3.800 PPPK Paruh Waktu sebagai Pelecehan Martabat Pekerja

22 Oktober 2025 | 22:25
SMAN 1 Cimarga

Para Siswa SMAN 1 Cimarga Kena Mental Terus Dipojokan Warganet, Pemkab Lebak Kirim Psikolog

16 Oktober 2025 | 19:45

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Rumah Makan Padang ganti menu daging sapi dengan daging ayam

Imbas Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Rumah Makan Padang di Kota Serang Ganti dengan Rendang Ayam

26 Januari 2026 | 21:38
Kepala Disperindag Provinsi Banten. Iwan Hermawan menangapi aksi mogok pedagang sapi

Harga Daging Sapi Naik Nasional, Disperindag Banten Minta Pedagang Tetap Berjualan

26 Januari 2026 | 21:24
akses menuju wisata baduy

Akses Menuju Wisata Baduy Rusak Parah, Mengancam Keselamatan Pengendara

26 Januari 2026 | 21:15
uin smh

Mahasiswa PAI UIN SMH Banten Dibekali Pemahaman Penulisan Karya Ilmiah yang Efektif dan Berintegritas

26 Januari 2026 | 20:54

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Polisi Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda