BANTENRAYA.COM – Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan kematian Afif Maulana yang diduga dianiaya oleh polisi.
Afif Maulana menjadi perbincangan publik tanah air pasalnya kondisi mayat yang ditemukan sangatlah memprihatinkan.
Namun kematian Afif Maulana dinilai ada kejanggalan sehingga kronologi antara pihak korban dan Polres Padang sangat berbeda.
Baca Juga: Penjualan Meningkat, Harga Seragam Sekolah Tetap Tak Melonjak
Berdasarkan narasi yang beredar luas di media sosial, Afif Maulana remaja 13 tahun di Padang tewas diduga dianiaya polisi.
Namun dari pihak kepolisian mengklaim Afif Maulana tewas karena melompat dari jembatan. Sedangkan pihak korban merasa masih ada yang janggal.
Dikutip bantenraya.com dari akun Instagram @merindink korban awalnya berboncengan motor dengan temannya lalu tiba tiba diberhentikan oleh polisi yang saat itu bertugas patroli.
Baca Juga: Mambruk Hotel Anyer Gelar Fashion Show Meriah, Perkenalkan Ballroom Terbaru yang Luas dan Megah
Polisi sempat menuduh bahwa si korban hendak pergi tawuran namun teman Afif dibawa ke kantor polisi.
Afif yang masih berada di jalan sambil dikelilingi para polisi yang membawa rotan
Besoknya Afif ditemukan sudah tak bernyawa dimana mayatnya ditemukan mengambang di bawah jembatan dengan kondisi penuh luka.
Baca Juga: Lionel Messi Genap Berusia 37 Tahun Hari ini, Ukir Rekor Baru di Copa America
Bukan hanya itu , bocah 13 tahun itu tewas diduga dianiaya polisi sehingga tulang rusuknya patah dan paru-paru robek
Sementara itu di tempat terpisah, Wakapolres Padang, AKBP Rully Indra Wijayanto membantah berita Afif Maulana tewas dianiaya polisi.
“Kita masih baru mendapatkan sumber keterangan dari salah satu sumber informasi atas nama Adit yang merupakan temannya saat berboncengan itu,” katanya.
Baca Juga: Ada Potensi Joki Petugas Pantarlih, Bawaslu Kirim Sinyal Ketat Pengawasan Pencoklitan
“Ada ajakan kepada yang bersangkutan untuk melompat,” jelas AKBP Rully Indra
Terlebih Wakapolres Padang ini mengaku akan menindak jika ada anggotanya yang melakukan hal tersebut terhadap korban.
“Seandainya memang ada perilaku-perilaku yang melanggar atau mungkin berlebihan yang dilakukan tentunya akan dilakukan tindak lanjut,” katanya.
Baca Juga: SELAMAT! Saldo Gratis Rp100 Ribu Hari ini 24 Juni 2024 Langsung Cair, Klik Link DANA Sekarang
“Kita meminta keterangan kurang lebih sekitar 30 personil yang pada saat malam itu bertugas dan mengamankan rombongan anak-anak yang diduga melakukan aksi,” tambahnya.***


















