BANTENRAYA.COM – Dalam debat keempat Cawapres 2024, Gibran Rakabuming Raka mempertanyakan tentang LFP atau Lithium Ferro Phosphate kepada Gus Muhamaimin.
Pertanyaan ini menciptakan rasa penasaran di kalangan netizen terkait substansi dan relevansinya dalam konteks pemilihan umum.
Debat Cawapres keempat, yang berlangsung pada Minggu, 21 Januari 2024 malam di Jakarta Convention Center, menjadi sorotan karena pertanyaan kontroversial yang diajukan oleh Gibran kepada Gus Muhaimin.
Baca Juga: Penggemar Karaoke Wajib Merapat! JBL Banjir Diskon Sound System Hingga 60 Persen
Gibran menyebut bahwa pasangan tersebut anti nikel dan kerap menggaungkan LFP.
Ketika diminta untuk menjelaskan maksud LFP, Gibran menyatakan, “LFP, lithium ferro phosphate, tadi sudah saya bilang, itu sering digaungkan Pak Tom Lembong.”
Dilansir Bantenraya.com dari berbagai sumber, LFP atau Lithium Ferro Phosphate, adalah jenis baterai lithium-ion (Li-ion).
Jenis baterai lithium-ion ini menggunakan senyawa kimia lithium iron phosphate (LiFePO₄) sebagai katoda.
LiFePO₄ dikenal karena stabilitas termal tinggi, kapasitas energi yang baik, dan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan bahan katoda lithium-ion lainnya.
Baterai LFP banyak digunakan dalam kendaraan listrik (EV), penyimpanan energi rumah tangga, dan sistem penyimpanan energi lainnya.
Keunggulan termal dan umur pakai yang panjang membuatnya menjadi pilihan populer.
Meskipun demikian, penggunaan istilah LFP dalam debat Cawapres menciptakan perdebatan dan penelusuran lebih lanjut di kalangan masyarakat.
Terlepas dari kontroversi, isu ini membuka ruang diskusi terkait kebijakan energi, teknologi, dan dampaknya pada lingkungan.
Baca Juga: Penuh Plot Twist di Ending, Drakor The Bequeathed Lanjut Season 2?
Demikian penjelasan singkat mengenai LFP yang menjadi sorotan dalam debat Cawapres keempat. Semoga artikel ini membantu untuk lebih memahami isu tersebut.***



















