BANTENRAYA.COM – Pengunjung desa wisata di Kabupaten Serang pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih minim.
Ketimbang ke desa wisata, para wisatawan masih lebih banyak memilih berlibur ke pantai terbuka seperti kawasan wisata Anyer-Cinangka.
Sekretaris Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa Nanang Kosim mengatakan, pada libur Nataru ini tidak ada wisatawan yang datang ke Pulau Tunda sebagai salah satu desa wisata.
Baca Juga: Naikan Tarif Layanan hingga 40 Persen, RSDP Serang Pakai Alasan Perda dan Minta Dimaklumi
“Kalau yang murni wisatawan enggak ada, hanya rombongan dari KNPI Kabupaten Serang minggu kemarin,” ujarnya.
“Paling orang dari darat (kota-red) yang punya saudara di sini yang liburan ke Pulau Tunda,” kata Nanang, Senin 1 Desember 2023.
Ia mengungungkapkan, tidak adanya wisatawan yang datang karena saat ini ombak sedang tinggi.
“Kalau kapal reguler setiap hari Sabtu, Rabu, dan Senin ada yang nyebrang ke sini. Mungkin nanti ramainya akhir Maret pas ombaknya bagus,” katanya.
Nanang menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan tempat penginapan bagi wisatawan yang berkunjung yaitu rumah-rumah warga yang dijadikan homestay dan homestay yang dibuat oleh pemerintah desa.
“Kalau yang rumah warga sewanya Rp400 ribu per malam. Kalau yang milik desa Rp250 ribu per malam kapasitas 3 orang. Untuk wisatanya baru ada snorkeling dan diving,” ungkapnya.
Baca Juga: 6 Resolusi Tahun Baru 2024 untuk Hidup Lebih Sehat, Penuh Optimisme, Berkualitas dan Anti Galau
Terpisah, Kepala Desa Kubang Baros, Kecamatan Cinangka Aang Fathoni mengungkapkan, pengunjung Desa Wisata Kubang Baros belum maksimal pada libur Nataru.
“Yang masih jadi kendala akses jalannya belum bagu. Ada yang datang tapi belum banyak. Terus fasilitas juga masih banyak yang belum ada,” katanya.
Ia mengungkapkan, lahan yang menjadi destinasi wisata di wilayahnya sebagian besar milik PT Krakatau Tirta Industri (KTI) sehingga untuk pengembangannya harus izin kepada KTI.
Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru, Sebanyak 567.070 Orang Menyebarang ke Sumatera Melalui Pelabuhan Merak
“Kita pengen jadi anak angkat KTI biar bisa dikembangkan bareng-bareng, karena KTI itu kan BUMN (Badan Usaha Milik Negara),” ungkapnya.
“Kita sudah menyampaikan surat untuk audiensi tapi sampai sekarang belum ada balasan,” tuturnya.***


















