BANTEN RAYA.COM – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Lebak terhitung tinggi bahkan satu diantaranya adalah seorang pelajar SMA di Rangkasbitung.
Namun untuk kegiatan belajar mengajar di SD dan SMP, tetap dilaksanakan melalui PTM tatap muka sebanyak 50 persen dan tidak memberlakukan daring.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Lebak, Wawan, mengatakan, belajar melalui dalam jaringan (daring) dikhawatirkan akan berdampak terhadap banyaknya siswa yang justru memilih putus sekolah.
Baca Juga: Cerita Chef Renatta Saat Alami Kebakaran Kompor Gas, Hingga Bulu Mata dan Alisnya Rusak
“Meski sekarang sudah mencapai 307 orang yang terpapar covid-19, namun pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Lebak statusnya masih level dua. Untuk itu, pada PPKM level dua ini, Lebak masih diperbolehkan melaksanakan belajar tatap muka,”ujar Wawan, Senin 7 Februari 2022.
Ditambahkannya, agar sistem belajar tatap muka tersebut tidak beresiko terhadap penularan Covid-19, maka sistem belajarnya dibagi dua yaitu 50 persen siswa belajar mulai 07.30 hingga pukul 10.00, serta 50 persennya lagi mulai pukul 10.30 Wib hingga 13.00.
“Selama Lebak masih PPKM level dua, maka sistem belajar mengajar di SD dan SMP di Lebak tetap melalui tatap muka,”kata Wawan.
Baca Juga: Eiger Adventure Store 2 Beri Diskon Hingga 50 Persen
Ketika ditanya, berapa banyak siswa yang putus sekolah akibat terlalu lama belajar daring beberapa waktu lalu, menurut Wawan mencapai 100 anak yang seluruhnya adalah pelajar SMP. Namun setelah belajar tatap muka dilakukan lagi maka sebanyak 80 persennya kini sudah dibujuk serta sekarang sudah kembali belajar aktif di SMP tempat mereka belajar.
“Semoga saja, kasus terpapar Covid-19 di Lebak kembali turun, agar belajar tatap muka bisa 100 persen lagi,” harap Wawan.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Budi Santoso menegaskan, untuk kegiatan belajar siswa SD dan SMP tetap menggunakan sistem tatap muka 50 persen, terkecuali kasus terpapar covid mencapai lima ribuan maka kemungkinan besar sistem belajar siswa di SD dan SMP kembali ke sistem daring.
Baca Juga: Alat Perekam KTP Elektronik Warga Baduy Eror
“Yang penting kita semua harus terus berusaha mencegah kasus covid-19, agar aktivitas apapun, termasuk aktivitas dunia pendidikan tetap berjalan normal,” harap Budi. ***



















