BANTENRAYA.COM – Sebuah fosil ikan berusia 244 tahun ditemukan di Luoping, Yunnan Timur, China.
Penemuan tersebut cukup mengagetkan karena fosil ikan tersebut hanya ditemukan di sekitar Eropa.
Adapun jenis fosil ikan tersebut merupakan sisa-sisa dari tiga spesimen Peltoperleidus.
Baca Juga: 5 Fakta Tentang Jang Ki Yong, Aktor Multitalenta yang Bintangi Drakor ‘Now We Are Breaking Up’
Sebelumnya, fosil ikan itu hanya ditemukan di Swiss dan Italia.
Dikutip Bantenraya.com dari Tasikmalaya.pikiran-rakyat.com dalam berita berjudul “Fosil Ikan Berumur 244 Juta Tahun Ditemukan di China“, fosil ikan tersebut bercirikan memiliki sisik ikan yang khas, moncong yang tumpul, dan bergigi kecil tapi tajam.
Dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari laman Mirror pada 29 Oktober 2021, fosil ikan tersebut telah ditemukan oleh tim penelliti dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology.
Baca Juga: Mohon Diperhatikan, Syarat Penerbangan Terbaru yang Harus Dipenuhi Sebelum Terbang ke Bali
Menurut Yu Min selaku ahli paleontologi setempat, penemuan fosil ikan merupakan tanda untuk mengeksplorasi lebih dalam terhadap alokasi paleogeografi dan distribusi genus.
Laporan penemuan fosil tersebut muncul setelah adanya sisa-sisa fosil dari dua spesies dinosaurus baru yang diduga pernah muncul di pantai selatan.
Kedua fosil tersebut telah hidup selama 125 juta tahun yang lalu dan telah ditemukan di Isle of Wight pada September 2021.
Baca Juga: Nih Cara Menambah Subscriber YouTube Gratis, Pakai Website Ini!
Dalam penemuannya, fosil pertama dijuluki sebagai ‘burung bangau neraka’, sedangakan fosil kedua dijuluki sebagai ‘pemburu tepi sungai’.
Panjang kedua fosil tersebut diperkirakan mencapai sembilan meter dan mendekati panjang fosil Stegosaurus.
Berdasarkan hasil penelitian oleh para ilmuwan, penemuan fosil tersebut diduga berhubungan erat dengan dua spesies baru spinosaurid.
Baca Juga: Seorang Warga Curhat di Twitter ada Oknum Bank BRI meminta jatah Bantuan UMKM
Salah satu spesimen tersebut diberi nama Ceratosuchops inferodios dengan ciri-ciri bertanduk rendah dan terdapat tonjolan di bagian alis.*** (Radixa Meta Utami/Tasikmalaya.pikiran-rakyat.com)

















