BANTENRAYA.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 3 (UPP JBB 3) terus berusaha meningkatkan keandalan proyek-proyeknya.
Kali ini UPP JBB 3 berhasil memberikan tegangan (energize) kembali untuk proyek GIS 150 KV Pulogadung II, SKTT 150kV Cipinang II – Pulogadung II (Sirkit 1), dan SUTT 150 kV Pulogadung ll Incomer dengan menggunakan sistem konfigurasi double phi pada Rabu 19 Januari 2022.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi, Basuki Widodo mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik ke pelanggan.
Baca Juga: Hasil Pertandingan Liga Inggris, Manchester United Hanya Mampu Curi Poin di Markas Burnley
“Kami terus melakukan perbaikan sistem pada proyek-proyek yang ada demi keandalan pasokan listrik ke pelanggan,” papar Basuki.
Ketiga proyek ini dibangun untuk mempersiapkan pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik dan meningkatkan kapasitas penyaluran untuk wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Timur dan sekitarnya.
Sebelumnya, proyek yang berlokasi di Pulogadung tersebut sempat beroperasi menggunakan sistem konfigurasi single phi pada Bulan November lalu dan kini beroperasi kembali dengan menggunakan sistem konfigurasi double phi untuk mengalirkan pasokan listrik dari PLTGU Tanjung Priok dan IBT Bekasi.
“Pada November lalu, proyek ini sudah energize menggunakan konfigurasi single phi, lalu kita tingkatkan lagi menjadi double phi agar lebih andal, terlebih keberadaan proyek GIS 150 kV Pulogadung ini sangat penting karena berada pada jalur backbone sub sistem Priok-Bekasi,” terangnya.
Konfigurasi single phi adalah konfigurasi sebuah gardu induk yang terhubung dengan 2 gardu induk lain melalui transmisi masing-masing satu sirkit saja. Sedangkan konfigurasi double phi melalui transmisi masing-masing 2 sirkit.
“Dengan penggunaan sistem konfigurasi double phi, apabila ada gangguan pada salah satu sirkit transmisi, maka sirkit lainnya masih dapat beroperasi sehingga dapat tetap menyalurkan listrik bagi pelanggan dan mencegah terjadinya pemadaman,” jelas Basuki.
Selain tantangan yang dialami selama kegiatan pembangunan proyek, proses pengerjaan dari single phi menjadi double phi juga tidak lepas dari tantangan yang dihadapi.
“Salah satu proses pengerjaannya adalah potong sambung transmisi. Jaringan transmisi eksisting dipotong terlebih dahulu dan dihubungkan dengan instalasi di dalam gardu induk yang sudah beroperasi dengan konfigurasi single phi. Pekerjaan potong sambung ini harus dikerjakan dengan skema yang cermat, cepat, dan tepat karena masa pemadaman yang diizinkan tidak bisa terlalu lama,” papar Basuki.
Basuki berharap, dengan beroperasinya kembali ketiga proyek ini dapat memberikan layanan listrik yang lebih andal dan berkualitas untuk kawasan industri Pulogadung dan sekitarnya.
Baca Juga: Sinopsis Film KKN di Desa Penari, Gagal Tayang di 24 Februari 2022 Karena Kasus Omicron Meningkat
“Sudah menjadi komitmen PLN untuk menyediakan listrik bagi negeri dan menjaga keandalannya,” tutup Basuki. ***


















