BANTENRAYA.COM – Pemilik Mrs Florist by Ty Fauz Collection Ukhty Fauziah yang berada di Kampung Kadukawali, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang mengatakan awal tahun bukanlah waktu yang tepat untuk menjual buket.
Uhty mengatakan, setiap awal tahun menjadi sebuah tantangan perajin buket karena permintaan buket berkurang.
“Nggak tau saya juga, tapi awal tahun itu penjualan jelek banget,” kata Ukhty kepada Banten Raya, Senin (10/1).
Baca Juga: Gus Nadir Heran Penjilat Jokowi Macam Ferdinand Hutahean Dibela Barisan Pro-NKRI
Ia mengungkap, di awal tahun sulit sekali menemukan momen yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak penjualan buket.
Bahkan strategi kolaborasi yang dirancang pun tidak dapat menyelesaikan persoalan tersebut.
“Sulit, sulit sekali menemukan momen di awal tahun, padahal strategi kolaborasi yang pernah sampaikan, sudah berjalan. Tapi ya mau dibagaimanain lagi, kalau mitra kami ngga ada momen, ya kali saya paksa untuk adakan acara,” tuturnya.
Baca Juga: Pernyataan Resmi Presiden Republik Indonesia Terkait Vaksin Booster, Katanya: Diberikan Gratis
Ia mengaku, bahwa sampai saat ini dirinya masih kesulitan menemukan ide untuk meningkatkan penjualan.
Akan tetapi, upaya-upaya untuk meningkatkan penjualan seperti promo melalui media sosial tetap berjalan, dan tidak pernah berhenti.
“Udah lah udah mentok, pasrah aja awal bulan ini mah, yang penting sudah berusaha semaksimal mungkin, bab hasil tak serahin. Ya pembeli ada aja sih setiap minggunya antara satu atau dua orang mah, tapi ya bersyukurlah,” ucapnya.
Baca Juga: Berapa Bayaran Reza Rahadian untuk Main di Series Layangan Putus?
Lebih lanjut ia mengatakan, Mrs Florist by Ty Fauz Collection menjual aneka buket mulai dari buket bunga, buket boneka, buket produk kecantikan, hingga buket uang. Untuk sasaran utamanya ialah para mahasiswa dan pelajar.
Ia berharap, ke depan trend buruk seperti saat ini dapat teratasi.
“Harapannya lebih baiklah, jangan kayak gini lagi, buntu ngga ada solusi. Dan sebenernya saya terbuka loh, bagi siapapun yang mau memberikan solusi,” tutupnya.***



















