BANTENRAYA.COM – Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Banten mencatat pola distribusi perdagangan telur dan 3 komoditas strategis lainnya sepanjang 2020.
Hasilnya, BPS Provinsi Banten mencatat rantai distribusi selisih harga komoditas telur ayam ras paling tinggi dibanding beras, minyak goreng dan gula pasir.
Berdasarkan data yang dirilis BPS Provinsi Banten, margin perdagangan dan pengangkutan total (MPPT) telur ayam ras mencapai 19,92 persen.
Baca Juga: Bansos PKH Akan Cair Double November Desember Rp600.000
Artinya, semisal harga telur ayam ras di produsen Rp10.000 per kg maka konsumen akhir membeli di harga Rp1.1992 per kg.
Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana mengatakan, survei pola distribusi perdagangan beberapa komoditas (Poldis) merupakan survei.
Bertujuan untuk mendapatkan pola distribusi perdagangan dan MPPT dari produsen hingga ke konsumen akhir pada suatu wilayah.
Baca Juga: Warga Pandeglang! Ayo Ikuti Kajian Setiap Sabtu Subuh di Masjid Agung Ar-Rahman
Komoditas strategis dalam Survei Poldis dipilih berdasarkan kriteria yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, komoditas yang memiliki peran besar dalam pembentukan inflasi.
Selanjutnya juga komoditas yang mempunyai kontribusi cukup besar dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB).
“Komoditas yang terpilih adalah beras, telur ayam ras, minyak goreng, dan gula pasir,” ujarnya.
Baca Juga: 3 Kunci Kebahagiaan Menurut KH Encep Muhaimin
Ia menjelaskan, distribusi perdagangan komoditas telur ayam ras dari produsen sampai ke konsumen akhir melibatkan 7 pedagang perantara.
Mereka adalah pedagang pengepul, distributor, sub distributor, agen, pedagang grosir, pedagang eceran, dan swalayan atau supermarket.
Sementara itu, pedagang perantara yang terlibat dalam pola utama terdiri dari distributor dan pedagang eceran.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Vanessa Angel, dr Tirta Ingatkan Bahaya Microsleep
Pola utama distribusi perdagangan telur ayam ras 2020 memiliki jumlah rantai yang sama seperti pola utama tahun sebelumnya, yakni 3 rantai. Dari produsen ke distributor ke pedagang eceran lalu ke konsumen akhir.
“Survei Poldis 2020 menunjukkan bahwa MPPT komoditas telur ayam ras adalah 19,92 persen,” katanya.
Selanjutnya, distribusi perdagangan komoditas beras dari produsen sampai ke konsumen akhir melibatkan 5 pedagang perantara.
Baca Juga: Rangkuman Liga 1 Semalam: Bali United Menang, Persija Imbang
Rinciannya, pedagang pengepul, agen, pedagang grosir, swalayan/supermarket, dan pedagang eceran.
Sementara itu, hanya satu pedagang perantara yang terlibat dalam pola utama yaitu pedagang eceran.
Pola utama distribusi perdagangan beras 2020 memiliki pola dan jumlah rantai yang sama dengan pola utama tahun sebelumnya. Dari produsen ke pedagang eceran lalu ke konsumen akhir.
“Survei Poldis 2020 menunjukkan bahwa MPPT komoditas beras adalah 9,12 persen,” ungkapnya.
Lebih lanjut dipaparkan Adhi, untuk distribusi perdagangan komoditas minyak goreng dari produsen sampai ke konsumen melibatkan 4 pedagang perantara.
Mulai dari distributor, pedagang grosir, supermarket/swalayan dan pedagang eceran.
Baca Juga: Eks Pelatih Perserang Beberkan Kronologi Pengaturan Skor, Berawal dari Pengakuan 2 Pemainnya
“Sementara itu, terdapat 2 pedagang perantara yang terlibat dalam pola utama yaitu distributor dan pedagang eceran,” tuturnya.
Pola utama distribusi perdagangan minyak goreng 2020, kata dia, memiliki jumlah rantai yang berbeda seperti pola utama tahun sebelumnya, terputus satu rantai.
Di 2018 mulai dari produsen ke distributor ke agen lanjut ke pedagang eceran dan terakhir ke konsumen akhir.
Baca Juga: Tembok Beton Jadi Penyebab Utama Vanessa Angel Tewas di Jalan Tol Kata Pengamat Jalan Raya
“Di 2020 polanya menjadi dari produsen ke distributor ke pedagang eceran dan ke konsumen akhir. Survei Poldis 2020 menunjukkan bahwa MPPT komoditas minyak goreng adalah 19,06 persen,” tegasnya.
Terakhir untuk distribusi perdagangan komoditas gula pasir dari luar provinsi sampai ke konsumen melibatkan 7 pedagang perantara.
Mereka adalah importir, distributor, sub distributor, agen, pedagang grosir, pedagang eceran, dan supermarket atau swalayan.
Baca Juga: Lowongan Kerja Pertamina November 2021, Ada 32 Posisi Tersedia Batas Pendaftaran 10 November 2021
Sementara itu, pedagang perantara yang terlibat dalam pola utama terdiri dari pedagang grosir dan pedagang eceran.
Pola utama distribusi perdagangan gula pasir 2020 memiliki jumlah rantai yang sama seperti pola utama tahun sebelumnya sebanyak 3 rantai.
Mulai dari luar provinsi ke pedagang grosir ke pedagang eceran lalu ke konsumen akhir.
Baca Juga: Video Vanessa Angel dan Bibi Andrianyah Ajari Anaknya Huruf Hijaiyah Bikin Netizen Menangis
“Hasil survei Poldis 2020 menunjukkan bahwa MPPT komoditas gula pasir adalah 15,49 persen,” pungkasnya. ***

















