BANTENRAYA.COM – Kegiatan yang dilakukan Presiden Jokowi bersama para petinggi negara menanam tanaman berjenis mangrove di acara KTT G20 hari ini, Rabu 16 November 2022
Namun, Apakah manfaat dari tanaman mangrove tersebut?
Simak hingga akhir artikel ini untuk mengetahui tanaman yang telah ditanam oleh Presiden Jokowi bersama para Kepala Negara itu di acara KTT G20.
Baca Juga: Segera Dibuka Gelombang 48 Prakerja dengan Insentif Naik jadi Rp4,2 Juta
Mangrove adalah jenis tanaman dikotil yang hidup di habitat air payau dan air laut.
Mangrove sendiri merupakan tanaman hasil dari kegiatan budidaya atau diambil dari alam.
Tanaman mangrove tidak dilindungi/dilarang untuk memanfaatkan bagian-bagian tanaman tersebut, misalnya dimanfaatkan untuk dijadikan bahan baku kosmetik/farmasi atau bahan tambahan tekstil.
Baca Juga: Prioritaskan Sektor Energi Hijau untuk Serap Hibah dari PGII
Ia juga merupakan satu jenis hutan yang banyak ditemukan pada kawasan muara dengan struktur tanah rawa dan/atau padat.
Mangrove menjadi salah satu solusi yang sangat penting untuk mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan terutama untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh rusaknya habitat untuk hewan.
Kerusakan ini tidak hanya berdampak untuk hewan tapi juga untuk manusia. Mangrove telah menjadi pelindung lingkungan yang sangat besar.
Baca Juga: Pelayanan Publik di Kota Cilegon Makin Memanjakan Warganya, Urus KTP Cukup ke Kelurahan
Untuk cirri-ciri tanaman tersebut memiliki akar yang besar dan memiliki buah
Oleh sebab itu kenapa pak Jokowi bersama teman-teman G20 melakukan hal tersebut lantaran sebagai aksi penegasan bahwa Indonesia berkomitmen melakukan transisi energi.
Seperti upaya yang diharapkan untuk mampu berdampak positif terhadap perubahan iklim.
Hal ini mendukung kesadaran masyarakat bahwa mangrove memang penting untuk melindungi lingkungan.
Melestarikan kawasan mangrove adalah usaha yang sangat baik untuk menstabilkan kondisi lingkungan dan menyelamatkan semua habitat di hutan mangrove.
Kawasan mangrove dapat ditemui di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Kabupaten Bangka–Belitung.
Baca Juga: PT KAI Patok Rel Kereta yang akan Diurug Warga
Tanaman itu juga menjadi salah satu tempat yang bisa menjaga perbatasan antara kawasan darat dan laut.
Erosi pantai akan terus menggerus permukaan bumi sehingga mengancam lingkungan manusia.
Bahkan kondisi serius bisa menjadi bencana alam yang besar.
Baca Juga: GRATIS! 10 Link Twibbon Hari Pelajar Internasional 17 November 2022, Desain Terbaru dan Kekinian
Sudut lain yang sangat penting untuk menyelamatkan garis pantai dari perairan laut.***















