BANTENRAYA.COM – Kepindahan kader Partai Golkar ke sejumlah partai politik, ditanggapi santai DPD Partai Golkar Provinsi Banten.
Fenomena tersebut dinilai bukan hal yang aneh, tetapi sebagai bagian dari bukti bahwa Partai Golkar mampu menyeleksi kader militan secara ketat.
“Setiap warga negara punya hak politik, termasuk memilih partai politik yang menaunginya. Kehidupan akan menyeleksi komitmen dan loyalitas kader Partai Golkar,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Banten Bahrul Ulum kepada wartawan.
Menurut Ulum, Partai Golkar seperti universitas yang menempa siapa pun agar lebih cerdas, punya kompetensi politik, militan, berintegritas, dan mengabdi untuk Bangsa.
“Selama menempa dan belajar, kan ada saja yang DO atau drop out, tidak lulus, atau pindah universitas. Dan sebagian yang berpindah haluan, ada yang tidak lulus di rumah besar Partai Golkar dalam menjalani proses yang ketat,” ujarnya.
Selain itu, kata Ulum, Partai Golkar memiliki banyak kader terbaik. Namun kekuatan tersebut punya konsekuensi, yakni akan ada kepentingan politik kader yang tidak terakomodir, akibat proses seleksi yang ketat.
Baca Juga: Yayasan Tahfidzul Qur’an Wahidin Halim Buka Penerimaan Santri Baru, Ini Syaratnya
Baca Juga: Menteri Agama di Demo Puluhan Massa di Polda Sumut
“Sejarah mencatat fenomena ini, hingga ada kader Partai Golkar yang mendirikan partai politik baru. Ketika berpindah haluan, ada yang sukses dan kami bangga, tetapi banyak juga yang gagal dalam berpolitik,” ujarnya.
Apakah kepindahan kader berpengaruh terhadap suara Partai Golkar? Ulum menjawab diplomatis.
“Esa hilang dua terbilang. Satu hilang, tumbuh seribu. Kaderisasi Partai Golkar berjalan dengan baik, ketat, dan menyeleksi kader terbaik yang punya loyalitas,” tegasnya.
Ulum menghormati polihan politik kader yang berpindah haluan dari Partai Golkar.
Baca Juga: Gelar Uji Laboratorium, Bareskrim Polri Usut Konten Video Trading Indra Kenz yang Dihapus
“Mungkin teman-teman yang pindah haluan sedang berkelana, mungkin juga bisa pindah-pindah lagi. Jika sukses, Golkar tentu kami bangga. Jika gagal, kami akan tetap tersenyum,” ujarnya.
Ia menegaskan, partai politik adalah sarana memperjuangkan kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, hakikat kader harus bertumpu pada kepentingan Bangsa, bukan pribadi.
“Partai Golkar memiliki komitmen Panca Bhakti, yang sejalan dengan histori dan ideologi Pancasila,” pungkas Ulum. ***
















