BANTENRAYA.COM – Bangunan rumah milik Kanang (74) warga Kampung Dungushaur, RT 18 RW 04, Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, hangus terbakar, Selasa (3/3) malam.
Peristiwa terjadinya kebakaran diduga bermula dari bagian atap akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun mengakibatkan korban mengalami kerugian sekitar Rp 75 juta.
Arni istri dari Kanang membenarkan, saat kebakaran, korban bersama keluarganya tengah tidur. Pada saat tidur, korban terbangun karena mencium bau hangus. Lalu terbangun, ternyata rumahnya terbakar.
BACA JUGA: PGN Catat Konsumsi Gas Industri Cilegon 50,13 BBTUD, Siapkan Strategi Pasokan LNG
Untungnya, korban bersama keluarganya berhasil menyelamatkan diri.
“Selain panas, saya kaget melihat api di bagian atap ruang tengah. Panik dan langsung membangunkan suami dan cucuk untuk menyelamatkan diri keluar rumah,” kata Arni.
Dia mengaku, dia bersama keluarganya meminta bantuan kepada warga untuk membantu memadamkan api. Namun api sudah terlalu membesar, menyebabkan bangunan hingga perabotan rumah hangus terbakar.
“Syukur kami masih selamat. Kami sempat minta bantuan warga, tapi rumah kami sudah terbakar, tidak ada yang tersisa,” ujarnya.
Dijelaskannya, belum diketahui api berasal dari mana. Sebab, saat kejadian, api sudah dalam keadaan membesar.
Akibat kejadian tersebut, korban beserta keluarga mengalami kerugian hingga harus tinggal di rumah saudaranya.
“Kata warga pas di cek dari listrik. Tapi belum tahu juga. Untuk kerugian mungkin Rp 75 juta,” jelasnya.
Rohman warga setempat menceritakan, warga sempat berupaya membantu memadamkan api yang membakar rumah milik Kanang dengan alat seadanya. Api sulit dipadamkan akibat angin kencang.
Satu jam kemudian, kata Rohman, datang bantuan dari tim reaksi cepat Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang.
“Memang api susah dipadamkan. Ditambah angin kencang. Tapi Alhamdulillah api bisa dipadamkan sama pertugas Damkar,” terangnya.
Kepala Desa Surianeun, Muhammad Rizali Asyukron membenarkan, satu unit rumah warganya terbakar.
Dia berjanji, akan mengusulkan bantuan kedaruratan kepada Kecamatan Patia dan Pemkab Pandeglang, agar korban mendapatkan bantuan.
“Akan kita usulkan bantuan kepada Pemda. Selain bantuan kedaruratan, seperti makanan pokok dan pakaian layak pakai. Juga mudah-mudahan ada bantuan pembangunan rumah baru dari program pemerintah daerah,” katanya. ***















